MNC Land Targetkan Dana Rp2,2 triliun - Danai Ekpansi Lewat Rights Issue

NERACA

Jakarta – Rencana PT MNC Land Tbk (KPIG) untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT/right issue) sebanyak-banyaknya 1,4 miliar saham atau sebesar 22,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh direstui pemegang saham.

Direktur Pengembangan Bisnis PT MNC Land Tbk Daniel Yuwono menyebutkan, pemegang saham telah menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan right issue dengan target dana sebesar Rp2,22 triliun. Dia menyebutkaan, dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi PT Bali Nirwana Resort milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) secara penuh.“Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk mengakuisisi lahan, dan sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung proyek-proyek Perseroan”, katanya di Jakarta (28/1).

Perseroan berencana menggunakan dana hasil right issue sebesar Rp956,02 miliar untuk membeli 55,91% saham Bali Nirwana yang dimiliki PT Pratama Prima. Diketahui, saat ini Perseroan baru menguasi 44,09% saham ELTY. Selain itu perseroan akan mengalokasikan dana sebesar Rp600 miliar untuk akuisisi lahan, dan sisanya Rp658,05 miliar akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.“Perseroan menetapkanharga saham yang ditawarkan sebesar Rp1.520 per saham dengan rasio 16 pemegang saham lama berhak atas 5 saham baru (16:5)”, katanya.

Dalam aksi korporasi ini, diperkirakan pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 22,6% setelah pelaksanaan HMETD.

Emiten properti ini berencana mengembangkan kawasan pariwisata terpadu seperti menggarap Villa dan Kondotel. Namun belum disebutkan lokasi dan nilai investasi untuk mewujudkan keinginan perseroan tersebut.“Dana itu (hasil right issue) akan dipakai untuk pengembangan usaha perseroan dalam berbagai proyek baru. Bisa jadi, sebagian dana itu digunakan untuk bisnis Villa dan Kondetel Perseroan nanti, tapi kami belum bisa sebutkan saat ini”, katanya.

Sebelumnya dia menyebutkan, perseroan akan segera merealisasikan pembangunan kawasan wisata terpadu, terluas, dan terlengkap bertaraf internasional yang berlokasi di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat.“Kita akan bangun tahun ini. Perkiraannya di semester pertama atau sekitar kuartal kedua mulai pembangunannya”, katanya.

Kawasan rekreasi yang akan berdiri di atas lahan seluas 1.136 hektar tersebut, rencananya akan dibangun dalam beberapa tahap. Dimana untuk tahap pertama diperkirakan akan menelan dana investasi hingga lebih dari Rp3 triliun.

Untuk tahap awal, perseroan akan membangun infrastruktur, seperti jalan dan fasilitas lainnya yang mendukung. Kemudia, pihaknya juga bakal membangun fasilitas penunjang seperti resort, hotel dan villa. Diperkirakan pembangunan ini hanya akan memakan waktu 1-2 tahun. Perseroan telah membeli lahan seluas 1.136 hektar di Lido dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun dari entitas milik grup Bakrie yaitu Bakrieland pada tahun 2013 lalu.

Related posts