Penjualan CPO Dharma Satya Capai 336 Ribu Ton

NERACA

Jakarta- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sepanjang tahun lalu menjadi 335.730 ton, atau mengalami peningkatan sebesar 30,7% dibandingkan 2012. Kenaikan produksi ini diikuti dengan dengan peningkatan penjualan CPO sebesar 33,2% year-on-year menjadi 336.240 ton.

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Djojo Boentoro mengatakan, peningkatan produksi CPO sepanjang tahun lalu didorong oleh meningkatnya kinerja perkebunan kelapa sawit perseroan. Sepanjang 2013, produksi tandan buah segar (TBS) yang dicatatkan perseroan meningkat 21,7% menjadi 1,24 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”Secara keseluruhan, total TBS yang diproses menjadi minyak sawit, baik yang berasal dari kebun inti, plasma dan kebun kemitraan lainnya, sepanjang tahun lalu meningkat 31,2% menjadi 1,38 juta ton,” katanya di Jakarta, Selasa (28/1)

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat Oil Extraction Rate (OER) minyak sawit tetap di atas 24%. Sementara Free Fatty Acid (FFA) berhasil diturunkan dari 2,70% pada 2012 lalu menjadi 2,67% pada tahun lalu.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Financial Officer PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Andrianto Oetomo menambahkan, peningkatan produksi CPO sepanjang 2013 diiringi dengan peningkatan penjualan CPO sebesar 33,2% year-on-year menjadi 336.240 ton. Per Desember 2013, DSN Group memiliki lahan tertanam (planted area) seluas 70.527 hektar.

Dari jumlah tersebut sekitar 52.874 hektare, atau sebesar 74,97% merupakan lahan yang menghasilkan (mature area), dengan rata-rata usia tanam kebun inti mencapai 7,4 tahun. Dengan demikian, perseroan berhasil meningkatkan produktivitas yield dari 22,9 ton per hektar pada tahun 2012 menjadi 24,6 ton per hektar pada tahun lalu.

Selain CPO, menurut dia, perseroan juga memproduksi kayu olahan. Total produksi panel kayu, pintu kayu (engineered doors) dan lantai kayu (engineered flooring) masing-masing mengalami penurunan sebesar 26,9%, 42,9%, dan 8%. Namun, harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) produk kayu olahan perseroan meningkat signifikan. “Harga rata-rata penjualan panel kayu, pintu kayu dan lantai kayu perseroan masing-masing melonjak 28,4%, 55%, dan 15,1%. Hal ini dikarenakan Perseroan mengubah strategi bisnis kayunya dengan produk yang bernilai tambah tinggi,” jelasnya.

Untuk produksi kayu olahan ini, pihaknya mencatat, sekitar 90% untuk supplay ke Eropa, China, Jepang dan market utama lainnya. Tercatat, volume penjualan panel perseroan pada 2013 sebesar 244,642 ton, engineered doors sebesar 51,989 ton, dan enggineered flooring sebesar 1.073,412. Adapun supplay bahan bakunya sendiri, diperoleh dari petani. "Kita beli dari petani pohonnya dari sengon," ucapnya.

Sementara itu, untuk mendukung kinerja perseroan di tahun ini, pihaknya mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/CPO) sebesar US$80 juta yang berasal dari dari perbankan dan casflow internal perusahaan. Rencananya, perseroan akan menggunakan dana belanja modal tersebut untuk penanaman tanaman baru dan penambahan pabrik. (lia)

Related posts