Nelayan Miskin Diperkirakan Capai 30.000 Orang

Nelayan Miskin Diperkirakan Capai 30.000 Orang

Jakarta – Salah satu kelompok penduduk miskin di Indonesia adalah nelayan di pesisir pantai. Diperkirakan ada 30 ribu penduduk bekerja sebagai nelayan. Mereka umumnya miskin karena tanah yang ditempati tidak terurus sehingga tak bisa dijadikan jaminan kredit. “Ada sekitar 30 ribu orang miskin ini hidup di pesisir pantai dan mereka adalah nelayan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad kepada wartawan di Jakarta,25/7

Menurut Fadel, dari 30 ribu nelayan miskin yang hidup menyebar di seluruh pesisir pantai dan pulau-pulau Indonesia. Mereka berada di sekitar 10.000 desa miskin. "Dari situ, terdapat 10 ribu desa miskin yang berada di pesisir termasuk di pulau-pulau Indonesia dan yang tinggal di pulau Jawa pun banyak," tambahnya.

Lebih jauh mantan Gubernur Gorontalo ini menambahkan angka kemiskinan nelayan ini disebabkan karena tidak terurusnya tanah yang ditempati mereka. Tanah tersebut tidak memiliki sertifikasi sehingga tidak bisa dijadikan jaminan bagi mereka untuk berusaha dan meminta kredit modal dari bank. "Pulau yang sebanyak 17 ribu di Indonesia ini belum termanfaatkan dengan baik, kita ingin carikan investor, masalahnya tanahnya tidak terurus dengan baik," ungkapnya.

Maka itu hari ini dirinya melakukan teken perjanjian dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk percepatan sertifikasi tanah bagi nelayan dan usaha terkait kelautan dan perikanan. "Kita harapkan dengan ini, mereka (nelayan dkk) bisa mendapatkan sertifikat tanah yang nantinya bisa dijadikan agunan bagi mereka untuk meminta modal di bank," tandasnya.

Pihaknya sendiri mengharapkan, sebanyak 47.000 sertifikat yang ingin diberikan dapat rampung hingga 2014. "Saya kira dengan ini, mereka dapat meningkatkan pendapatan usaha mereka. Dan saya harap angka kemiskinan sebanyak 30 ribu tersebut dapat turun hingga setengahnya di tahun 2012," harap Fadel.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melansir jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta orang atau 12,49% dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah ini, sebanyak 16,73 juta orang (55,7%) berada di Pulau Jawa.

Oleh karena itu, lanjut Fadel, guna mengangkat kesejahteraan nelayan. Maka pemerintah berjanji mempercepat kepemilikan sertifikat tanah bagi nelayan. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rangkul pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Selain nelayan, percepatan sertifikat juga akan diberikan untuk usaha penangkapan ikan skala kecil, pembudidaya ikan, petambak garam rakyat, pengolah, dan pelaku pasar, serta masyarakat pesisir di pulau kecil," janjinya.

Dirinya berharap dengan adanya percepatan ini, maka tingkat perekonomian tiap nelayan maupun pengusaha terkait. Katanya, sejak tahun 2009-2010 tercatat sebanyak 4.489 sertifikat telah diberikan kepada nelayan dari target yang ditetapkan sebanyak 4.500. Sedangkan untuk tahun 2011-2014, KKP memasang target 47.000 sertifikat tanah dapat diberikan kepada nelayan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin NERACA Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di bawah Ketua Umum Fauzie Yusuf…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…