Wipol Tingkatkan Kesadaran Terhadap Bahaya Kuman

Melalui Aksi Anti Kuman

Sabtu, 01/02/2014

NERACA

Kuman merupakan musuh utama yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan keluarga dan harus lebih diwaspadai saat musim hujan seperti saat ini. Dalam rangka mengantisipasi bahaya penyebaran penyakit akibat kuman saat musim hujan, PT Unilever Indonesia Tbk. melalui brand Wipol kembali menggelar kampanye “Aksi Anti Kuman” yang berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta dan komunitas pemerhati kebersihan lingkungan.

“Risiko penyebaran penyakit akibat kuman ini dapat diantisipasi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), yang merupakan salah satu program Promosi Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan RI. Bentuk kegiatan PHBS diantaranya adalah anjuran untuk rajin merawat diri, lingkungan serta rumah. PHBS yang memiliki beragam bentuk kegiatan ini merupakan tindakan preventif dalam rumah tangga agar keluarga terhindar dari penyebaran penyakit yang merugikan,” tutur Dien Emawati, kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, kepada Neraca, belum lama ini.

Walau terlihat bersih, rumah belum tentu higienis. Maka dari itu, bersihkan seluruh ruangan menggunakan disinfektan yang memiliki bahan aktif anti kuman untuk mencegah penyebaran penyakit, mulai dari ruang tidur, ruang keluarga, dapur, toilet hingga garasi. Termasuk juga area yang berpotensi menjadi sarang kuman yakni area belakang lemari, gagang pintu, lantai di bawah kursi/sofa, keran air serta tempat sampah.

“Keberadaan kuman sangat sulit untuk dilihat dengan kasat mata karena ukurannya yang sangat kecil. Satu bakteri dapat berkembang biak menjadi lebih dari delapan juta sel dalam 24 jam. Penyebarannya pun sangat mudah, melalui genangan air di lingkungan yang bisa terbawa ke sepatu atau ban kendaraan, cipratan tanah karena hujan yang mengotori lantai rumah serta jejak kotor dari hewan pengerat atau terbawa oleh binatang lainnya seperti kecoak atau lalat,” tutur praktisi kesehatan Sonia Wibisono, menambahkan.

Menurut Dien, berbagai penyakit yang umum dijumpai pada musim hujan seperti tifus, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare serta penyakit-penyakit kulit banyak disebabkan oleh kuman. “Pada area permukiman padat penduduk, wabah penyakit dapat lebih mudah menyebar karena jarak yang berdekatan. Selain kondisi yang tidak higienis tadi, kuman juga mudah berpindah melalui perilaku manusia, sehingga, upaya menjaga kebersihan melalui PHBS sangat penting untuk terus digiatkan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang efektif di masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi setiap keluarga tetapi juga pemerintah, swasta, serta elemen masyarakat lainnya. Dibutuhkan kerjasama sinergis yang melibatkan peran aktif setiap elemen masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal melalui ragam kegiatan promosi kesehatan aktif.

Karena itu, kata dia, melalui ‘Aksi Anti Kuman’, semakin banyak keluarga yang teredukasi dengan baik dalam menjaga dan merawat rumah yang tidak hanya bersih tetapi juga higienis sehingga mereka dapat terhindar dari ancaman penyakit akibat kuman, terutama di musim hujan. "Lebih jauh lagi, kampanye ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di musim hujan maupun tidak,” tuturnya.