BSD Bentuk Perusahaan Baru Proyek Tol - Agresif Ikut Tender

NERACA

Jakarta- Agresif menggarap proyek jalan tol Serpong-Balaraja, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mendirikan perusahaan baru untuk dapat mengikuti tender yang akan ditentukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). "Dari kami sudah siapkan companynya, yakni PT Trans BSD Balaraja. Nantinya perusahaan ini akan mengikuti tender yang akan ditentukan oleh BPJT.” kata Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Widjaja di Jakarta, Senin (27/1).

Sebagian besar kepemilikan saham pada perusahaan tersebut, sambung dia, dimiliki BSDE, sedang sisanya dimiliki perusahaan lain. Dengan ketentuan yang ditetapkan BPJT, PT Trans BSD Balaraja nantinya akan mengikuti tender untuk proyek tol Serpong-Balaraja tersebut. “Perusahaan lain besarnya sekitar 25 dan 25%. Company untuk masuk ke tol itu kita 50%.” jelasnya.

Untuk tendernya sendiri, menurut dia, baru akan dimulai sehingga belum dapat diperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan. Yang jelas, perseroan berencana menggunakan kas internal untuk kepentingan proyek ini. Pasalnya, perseroan masih memiliki dana yang cukup hingga 2015 maupun dari hasil right issue. “Total per September 2013 tercatat Rp3,8 triliun.” ujarnya.

Dia menegaskan, tol ini sendiri bukan bisnis utama perseroan, namun karena nantinya melintasi proyek BSD sehingga ada kepentingan untuk proyek BSD. Sementara dari berbagai pengembangan proyek yang dilakukan, perseroan menargetkan marketing sales pada 2014 sebesar Rp5,7 triliun. Target tersebut lebih rendah dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp7,35 triliun.

Kenaikan suku bunga acuan perbankan (BI Rate) pada 2013 dan kecenderungannya untuk kembali mengalami peningkatan di tahun ini, kata Hermawan menjadi salah satu alasan yang membuat perseroan tidak menargetkan penjualan 2014 lebih besar dari tahun sebelumnya. “Kita tidak turunkan harga jual, secara umum 50% pembeli kita ambil KPR dan sisanya ambil cash dan cicilan bertahap,” ujarnya.

Adapun penjualan pemasaran (marketing sales) yang dicatatkan perseroan pada 2013 sebesar Rp7,35 triliun, naik tipis dari target yang dipatok sebelumnya sebesar Rp7 triliun. Angka marketing sales tahun lalu dinilai mengalami pertumbuhan 72% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,28 triliun.

Meningkatnya marketing sales perseroan didukung pendirian perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan dua mitra internasional, yakni Hongkong Land dan AEON Mall Jepang serta Dyandra. Ini menjadi bekal yang solid bagi pertumbuhan penjualan di tahun-tahun mendatang. Pihaknya mencatat, pertumbuhan marketing sales secara organik sebesar 26% atau Rp5,4 triliun, yang dikontribusi dari penjualan unit-unit properti, seperti rumah tapak, rumah toko, kawasan industri dan perkantoran.

Penjualan tanah menjadi kontribusi terbesar angka marketing sales perseroan pada tahun lalu, dengan total mencapai Rp3,29 triliun atau sekitar 45% dari total marketing sales. Segmen ini juga tumbuh 162% dibanding 2012 senilai Rp1,25 triliun. Adapun segmen perumahan membukukan marketing sales mencapai Rp2,72 triliun, naik 26% dibanding tahun sebelumnya Rp2,17 triliun. Sementara segmen industrial tumbuh 475% menjadi Rp230,10 miliar yang dipicu tingginya minat konsumen atas produk-produk perseroan. (lia)

Related posts