Selamat Sempurna Targetkan Pendapatan Tumbuh 15% - Ditopang Pasar Mobil Murah

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menargetkan pendapatan tumbuh 15% menjadi Rp2,81 triliun, dibanding proyeksi pendapatan 2013 senilai Rp2,45 triliun. “Adanya perbaikan ekonomi global, khususnya perekonomian Amerika Serikat serta pasar ekspor yang masih sangat luas juga turut berkontribusi terhadap pendapatan perseroan,” kata Sekretaris Perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk, Andri di Jakarta, Senin (27/1).

Dia juga menambahkan, jenis kendaraan murah ramah lingkungan (low cost green car /LCGC) memberi kontribusi positif bagi angka penjualan perseroan. Disebutkan, penjualan perseroan sekitar 90% akan dihasilkan dari penjualan pada segmen after market dan sisanya disumbang dari penjualan di OEM.

Kata Andri, sebagian kecil penjualan perseroan juga telah masuk ke beberapa agen tunggal pemegang merek. Sementara itu, penjualan terbesar perseroan berasal dari pasar ekspor sekitar 70 persen, seperti ke negara Amerika Serikat, Singapura, dan Jepang. Sedangkan sisanya berasal dari penjualan domestik.

Di samping itu, perseroan melalui anak perusahaannya, PT Prapat Tunggal Cipta akan melakukan ekspansi pasar. Menurut Andri, untuk memperluas distribusi penjualan, pihaknya akan membuka cabang di beberapa wilayah yang telah beroperasi di 2013.

Sedianya perseroan akan membuka cabang di Samarinda, Sulawesi Selatan dan Pekan Baru. pengembangan ke luar Jawa lantaran selama ini pasar radiator dan filter hanya berfokus di Jawa dan Sumatera,”Rencananya cabang ini akan beroperasi pada tahun ini,”ujarnya.

Untuk melancarkan aksi korporasinya, perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar. Capex tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan, mengganti atau peremajaan serta memperbaiki lini produksi dan pembuatan mould dan dies.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan PT Selamat Sempurna Tbk memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya pertumbuhan penjualan mobil.Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto pernah bilang, meski pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan akan turun di bawah 6% karena diterpa isu defisit transaksi berjalan, tingginya inflasi dan depresiasi rupiah, namun penjualan mobil akan sama dengan tahun lalu atau sekitar 1,2 juta unit,”Program LCGC (low cost green car) diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan mobil, dimana pada November sudah terjual hampir 37.000 unit,”jelasnya.

Di samping itu, menurut Guntur, kegiatan investasi emiten yang bergerak di bidang suku cadang automotif ini cenderung meningkat. Pada 2012-2013, perseroan melakukan investasi Rp237 miliar. Pada tahun itu, perseroan mengakuisisi perusahaan afiliasinya yang memproduksi karoseri, PT Hydraxle Perkasa (HP) dan tahun lalu kembali mengakuisisi perusahaan afiliasi lainnnya, yakni PT Selamat Sempana Perkasa (SSP) yang merupakan pemasok komponen karet dan lainnya dan PT Prapat Tungga Cipta (PTC) yang menjadi distributor tunggal SMSM di pasar domestik. (bani)

Related posts