Anak Usaha Indofood Selesaikan Transaksi Rp2,2 Triliun - Garap Bisnis Air Minum Kemasan

NERACA

Jakarta- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melalui dua anak usahanya, PT Tirta Makmur Perkasa (“TMP”) bersama dengan PT Tirta Sukses perkasa (“TSP”) telah menyelesaikan transaksi pembelian aset yang terkait dengan kegiatan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. “Pada 27 Januari, TMP dan TSP telah menyelesaikan transaksi tersebut dengan nilai transaksi sekitar Rp2,2 triliun.” kata Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Elly Putranti di Jakarta, Senin (27/1).

Untuk penyelesaian transaksi ini, menurut dia, akan dibiayai dari dana internal dan pinjaman bank. Transaksi ini sendiri dilakukan sehubungan dengan penandatanganan conditional sale and purchase of assets management kedua anak usaha perseroan tersebut dengan 22 perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Grup Tirta Bahagia pada 15 November 2013.

Diketahui, PT Tirta Makmur Perkasa (“TMP”) adalah perusahaan patungan antara PT Indofood Asahi Sukses Beverage (“IASB”) dengan PT Multi Bahagia. Adapun PT Tirta Sukses perkasa (“TSP”) adalah perusahaan patungan antara PT Asahi Indofood Beverage Makmur (“AIBM”) dengan PT Multi Bahagia. IASB dan AIBM, keduanya merupakan perusahaan patungan antara perseroan dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte. Ltd.

Pihaknya menegaskan, transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam LK No.IX.E.2. juga bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam LK No.IX.E.1.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman, perseroan cukup ekspansif mengembangkan bisnisnya. Pada September 2013 perseroan telah mendirikan anak usaha PT Indofood Mitra Bahari Makmur yang bergerak di bidang usaha perikanan serta industri pengolahan makanan dan hasil perikanan.

Perusahaan tersebut didirikan dengan modal disetor sebesar Rp 5 miliar. ICBP yang merupakan anak usaha dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini memiliki 99% sahamnya. Selain itu perseroan juga mendirikan perusahaan kerja sama dengan perusahaan Jepang Tsukishima Foods Industry Co Ltd.

Perusahaan patungan yang akan diberi nama PT Indofood Tsukishima Sukses Makmur ini akan memproduksi dan memasarkan produk margarin dan produk turunan minyak lainnya seperti sweet margarine, whipped bread filling cream, vatter conditioner. Produk hasil perusahaan patungan ini ditujukan untuk industri roti, confectioneries, dan restoran.

Modal disetor PT Indofood Tsukishima adalah sebesar Rp 88,425 miliar, atau sekitar 65% sahamnya diambil bagian dan disetor penuh oleh perseroan. Sementara hingga kuartal tiga tahun 2013, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun atau naik 12% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,66 triliun. Sementara marjin laba bersih perseroan turun menjadi 9,8% dari 10,1%. Sedangkan laba usaha perseroan naik 7,1% menjadi Rp2,32 triliun dari Rp2,17 triliun.

Manajemen perseroan mengaku, tidak hanya laba bersih perseroan yang turun, namun marjin laba usaha perseroan juga ikut turun menjadi 12,3% dari 13,3%,”Penurunan margin laba usaha, dipicu karena naiknya beban penjualan dan administrasi umum, seperti naiknya beban promosi dan periklanan,” kata Direktur dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim.

Perseroan juga membukukan laba bruto perseroan meningkat 13,4% menjadi Rp4,91 triliun dari Rp4,33 triliun. Hal ini seiring meningkatnya penjualan bersih perseroan. Namun marjin laba bruto turun menjadi 26% dari 26,5% karena naiknya beban gaji, upah dan imbalan kerja karyawan serta utilitas.

Sementara itu, netto penjualan konsolidasi naik 15,6% menjadi Rp18,88 triliun dari Rp16,33 triliun. Kontribusi terbesar penjualan berasal dari divisi mie instan, yaitu 68%. Selain itu penjualan juga dikontribusi oleh divisi dairy 19%, makanan ringan 7%, penyedap makanan 4% dan nutrisi dan makanan khusus 2%. (lia)

Related posts