Wika Realty Bidik Kontrak Baru Rp 2,6 Triliun - Ekpansi Bangun 7 Proyek Baru

NERACA

Jakarta – Ditahun kuda ini, industri properti menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain dampak kebijakan Bank Indonesia (BI) yang dikeluarkan terkait LTV dan digelarnya pemilu legislatif, banyak perusahaan properti menahan ekspansi bisnis usahanya. Namun tidak bagi PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.,

Direktur Utama PT Wika Realty Budi Saddewa Soediro mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 28% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, perseroan juga menargetkan dapat meraih total kontrak sebesar Rp2,6 triliun, “Untuk penjualan kita targetkan sebesar Rp 1,3 triliun atau tumbuh dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Oleh karena ini, tahun ini perseroan menyakini masih bisa tumbuh dan meraih peluang yang ada ditengah tantangan yang dihadapi, “Kami berusaha meraih peluang yang ada meskipun tantangannya cukup berat. Kami melihat masih ada pertumbuhan di properti sehingga kami akan berusaha mencoba melakukan upaya-upaya untuk meraih pasar. Dan di tahun 2014, kami tetap ekspansif dengan membangun dan mempersiapkan proyek baru,” ujar Budi.

Menurutnya, peluang yang ada antara lain kebutuhan hunian yang terus meningkat, bahkan angka backlog (kekurangan rumah) yang semakin besar. Untuk itu, Wika Realty akan terus mengembangkan perumahan maupun apartemen. Peluang lainnya adalah kebutuhan ruang perkantoran yang juga semakin besar dan tempat menginap di kawasan wisata.

Belanja Modal

Untuk mendanai beberapa proyek yang saat ini tengah digarap, perseroan telah menginvestasikan dana sebesar Rp 600 miliar yang berasal dari kas internal dan dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). “Dari dana MTN sebesar Rp300 miliar, kami sudah pakai Rp100 miliar, sisanya sebesar Rp200 miliar akan kami pergunakan tahun 2014 ini,” kata Budi.

Dana investasi tersebut, kata Budi, selain akan dipergunakan untuk membiayai 7 proyek baru, juga akan dipergunakan untuk menambah cadangan tanah (land bank). Seperti di Manado, akan memperluas 30 hektar, juga di Balikpapan akan memperluas 25 hektar. Selain itu Wika Realty juga akan menyasar daerah pengembangan baru, seperti di Yogyakarta dengan produk apartemen di atas lahan seluas 6 ribu m2, Jambi 67 hektar, juga di Surabaya. “Kami juga mendapat penugasan untuk mengembangkan tanah milik Wika di Semarang dan Samarinda,” ujar Budi.

Lanjutnya, tahun ini perseroan akan menjaga komposisi proyek landed house dan high rise building, yakni 40% : 60%. “Ke depan, kami akan membuatnya menjadi seimbang yakni 50% : 50% agar aman. Proyek high rise building itu risikonya tinggi, tetapi bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan cepat. Dengan bertambahnya luasan kawasan landed house seperti di Manado, Balikpapan, dan Samarinda 100 hektar, kita akan memacu pengembangan proyek landed house sehingga bisa mengimbangi laju proyek high rise building,”paparnya.

Selain itu, Wika Realty akan meningkatkan recurring income. Diharapkan tahun ini recurring income bisa menyumbang 10% dari laba. Rencananya proyek yang bisa menghasilkan recurring income akan selesai di tahun 2014 yakni area komersial Tamansari Hive dan hotel di Cengkareng. (kam)

Related posts