Muamalat Segera Terbitkan Tabungan Umrah - Mendongkrak DPK

NERACA

Bandung - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk akan segera mengeluarkan produk tabungan umrah pada 2014. Dengan adanya produk ini diharapkan pertumbuhan pendanaan melalui tabungan dapat tumbuh sebesar 10%. Saat ini, porsi tabungan umrah Muamalat baru mencapai 5% dari total tabungan yang terhimpun (dana pihak ketiga/DPK).

“Produk andalan tahun 2014 dan untuk jangka panjang bagi Bank Muamalat adalah paket tabungan umrah. Kami melihat umrah sudah menjadi salah satu tujuan utama umat Muslim Indonesia saat ini. Mengingat untuk pergi haji harus mengantre sangat panjang,” kata Kepala Divisi Pendanaan Retail Bank Muamalat, Oktaviani Moersalin, dalam Press Gathering and Media Training Bank Muamalat di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/1) pekan lalu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ibadah umrah sebagai alternatif lain dari berangkat haji semakin lama kian membludak. Hal ini tentu sangat disayangkan jika direspon secepatnya oleh bank syariah pertama di Indonesia itu. Sedangkan masyarakat juga membutuhkan layanan keuangan yang aman agar dapat pergi umrah.

“Layanan tabungan umrah ini baru akan kami luncurkan akhir Maret 2014 mendatang. Lagipula kontribusi tabungan umrah masih sangat kecil hanya sebesar 5% dari total tabungan yang berhasil kami himpun. Dengan begitu, kami melihat kecenderungan (masyarakat Indonesia berumrah) semakin bertumbuh,” ungkap Oktaviani.

Oktaviani menjelaskan selama ini seluruh total tabungan yang berhasil dihimpun Bank Muamalat sendiri sudah mencapai Rp12 triliun hingga akhir 2013. Dengan akan diluncurkannya produk ini dirinya berharap penghimpunan dana melalui tabungan dapat meningkat menjadi Rp14,58 triliun di 2014.

Sementara untuk tabungan umrah sendiri diharapkan tumbuh 10% dari total tabungan. “Tahun ini targetnya dapat meningkat, minimal Rp14,58 triliun untuk total. Untuk tabungan umrah sendiri kami berharap bias meningkat 10% dari komposisi,” terangnya.

Tidak agresif namun optimalisasi

Karena fokus mendongkrak DPK melalui tabungan umrah, maka Bank Muamalat tidak akan agresif membuka kantor cabang pada tahun ini. Perseroan hanya perlu melakukan optimalisasi penetrasi dari kantor cabang yang sudah ada. Dengan begitu, pertumbuhan menghimpun tabungan juga dapat digenjot tanpa harus membayar investasi dengan mahal.

"Total cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia mencapai 530 outlet yang terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu serta kantor kas. Selain itu juga ada mobile branch sebanyak 25 unit yang terus berkeliling. Oleh sebab itu, kami tidak perlu agresif buka cabang tahun ini,” tegas Oktaviani.

Meski begitu, dirinya mengaku kalau Bank Muamalat masih akan agresif melakukan kerja sama dengan berbagai macam lembaga untuk memperluas pelayanan. “Tahun 2014, kami akan terus perbanyak kerja sama denga lembaga lain seperti PT Pos Indonesia (Persero), ATM Bersama dan ATM Prima. Hal ini agar keberadaan rekening Bank Muamalat lebih luas. Jadi tidak hanya harus melalui ATM Muamalat saja untuk melakukan transaksi,” paparnya.

Akan tetapi, aksi korporasi tersebut bukan tanpa hambatan. Oktaviani juga mengaku pihaknya masih mengalami hambatan lantaran aturan branchless banking belum sepenuhnya sempurna. Sehingga masih ada aspek keamanan yang dianggap rawan. “OJK dan BI mau menerbitkan aturan yang lebih baik tahun ini. Nah, kita sedang tunggu aturannya. Kalau aturannya sudah keluar jadinya kita lebih leluasa menggarap nasabah yang belum memiliki rekening bank,” pungkasnya. [lulus]

Related posts