PNM Gali Potensi Ternate Melalui Pembiayaan dan Pembinaan - Sektor UMKM

NERACA

Ternate - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terpanggil untuk menggali potensi ekonomi Bumi Ternate, Maluku Utara, dengan memberi dukungan pembiayaan dan pembinaan kepada pelaku UMKM. Pemimpin PNM Cabang Manado Yusril Ardiansyah, menjelaskan PNM untuk pertama kali masuk ke wilayah Ternate dan mendirikan kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada pertengahan 2012, yang dikomandoi langsung oleh kantor Klaster dan Cabang Manado.

Ternate dipilih sebagai lokasi pengembangan jaringan bisnis Perseroan karena memiliki banyak potensi ekonomi serta kekayaan alam yang dikelola oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).“Kota Ternate adalah kota transit perdagangan antarpulau di wilayah Maluku Utara, yang kaya akan hasil alam, perkebunan dan perikanan. Cukup banyak pelaku UMKM di sector-sektor ini yang bisa dikembangkan melalui dukungan pelatihan dan pembiayaan,” kata Yusril di Ternate, Maluku Utara, Sabtu (25/1), pekan lalu.

Sebagai bukti, lanjut Yusril, PNM melalui ULaMM Ternate telah berhasil membantu permodalan 82 pelaku UMK sejak beroperasi sampai dengan 2013, dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp3,3 miliar. “Mayoritas pembiayaan ULaMM Ternate diserap oleh sektor UMKM perdagangan,” tambahnya.

Menurut dia, PNM tidak hanya fokus pada bisnis pembiayaan mikro, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan UMKM melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan usaha. Untuk pertama kalinya, PNM menyelenggarakan kegiatan pelatihan UMKM di Ternate pada Sabtu (25/1), dengan mengusung tema “Lembaga Keuangan Sebagai Mitra Usaha Pengembangan UMKM”.

Pelaksanaan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) perdana di Ternate ini melibatkan sekitar 60 pelaku UMK, yang keseluruhannya merupakan nasabah dari Unit Ternate.

ULaMM Ternate merupakan satu dari 16 kantor ULaMM yang beroperasi di bawah koordinasi PNM Cabang Manado, dengan bantuan kendali dari kantor Klaster Manado dan Klaster Gorontalo. Secara kumulatif, realisasi pembiayaan mikro PNM Cabang Manado pada 2013 sebesar Rp80,13 miliar atau tumbuh 42,5% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2012 yang sebesar Rp56,2 miliar.

Sementara itu, jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan pembiayaan mikro PNM Cabang Manado tercatat sebanyak 1.860 orang per 2013 atau meningkat 60% dalam setahun.

Sementara itu, Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi menambahkan PNM dibentuk Pemerintah dengan tujuan menyelenggarakan jasa pembiayaan dan jasa manajemen untuk pengembangan UMKM dan koperasi. Dukungan pembiayaan dilakukan PNM melalui 577 outlet ULaMM yang menjangkau 2.799 kecamatan di Indonesia .

“Sedangkan untuk jasa manajemen salah satunya dilakukan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang focus pada kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM,” tutur dia.

Kombinasi antara jasa pembiayaan dan jasa manajemen tersebut, kata dia, menjadi keunggulan sekaligus keunikan PNM, yang belum tentu dimiliki lembaga keuangan lainnya. Sepanjang tahun 2013, PNM tercatat telah melaksanakan program PKU sebanyak 208 kali di seluruh wilayah operasional PNM di Indonesia, dengan jumlah UMKM penerima manfaat mencapai 9.662 orang atau meningkat 258% dibandingkan dengan pelaksanaan PKU pada periode tahun 2012.

Perlu diketahui, PT.Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Sejak Juli 2013, PNM resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Lembaga Keuangan Khusus, Sektor Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. PNM juga tunduk terhadap aturan pasar modal sebagai emiten Obligasi. PNM telah dua kali menerbitkan obligasi, Obligasi I PNM 2012 sebesar Rp500 miliar, dan Obligasi II PNM 2013 sebesar Rp1 triliun.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. [mohar]

Related posts