BEI Depak Delapan Saham Dari LQ45

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada delapan saham yang harus keluar dari daftar indeks LQ45 setelah dilakukannya evaluasi atas saham-saham tersebut. Kedelapan saham ini terdiri dari berbagai sektor yang dinilai tidak lagi memenuhi perhitungan indeks LQ45.

Kepala Divisi Perdagangan Saham, Andre P.J. Toelle dalam keterangan resmi BEI pada akhir pekan kemarin menyebutkan, dari sektor perbankan yaitu saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Dari sektor komoditas tambang dan perkebunan, yaitu saham Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT BW Plantation Tbk (BWPT). Sementara lima saham lainnya, yaitu PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).

Kedelapan saham ini digantikan dengan saham baru lainnya dan termasuk dalam daftar saham yang diperdagangkan melalui sesi pra-pembukaan di pasar reguler terhitung periode Februari-Juli 2014. Mereka adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Ciputra Development TBk (CTRA), saham PT PP Tbk (PTPP), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Selain itu, ada saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Visi Media Karya Tbk (VIVA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Perhitungan saham dalam indeks LQ45 ini merupakan hasil seleksi dari perhitungan 45 saham yang dilakukan melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas saham-saham tersebut mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Indeks LQ 45 berisi 45 saham yang disesuaikan setiap enam bulan. Dengan demikian saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan selalu berubah.

Selain merilis daftar saham baru di daftar LQ45, manajemen BEI juga menyortir sejumlah saham yang masuk dalam daftar IDX30. Dalam daftar 30 saham emiten, untuk periode ini BEI mencatat ada tiga pendatang baru di bidang konstruksi dan infrastruktur yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (WSKT). Sementara untuk saham yang dikeluarkan yaitu PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), PT Bumi Resources (BUMI), PT XL Axiata (EXCL), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Pengkategorian Indeks ini dinilai sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya sebagai acuan memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan. Selain Indeks LQ45 dan IDX30, saat ini BEI juga memiliki beberapa indeks lainya seperti indeks Kompas100, Bisnis27, Pefindo25, Infobank15, dan SMinfra18. (lia)

BERITA TERKAIT

Yulie Sekuritas Tuding BEI Salah Sasaran

NERACA Jakarta – Sanksi yang diberikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) menuai keprihatinan…

Sikapi Rekomendasi Credit Suisse - Dirut BEI Masih Optimis Pasar Tumbuh Positif

NERACA Jakarta – Di saat banyaknya pelaku pasar menuai kekhawatiran dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…