Geliat Ekonomi Global

Amerika Serikat, Eropa, China dan Jepang disebut-sebut sebagai motor pertumbuhan ekonomi global pada 2014. Meski berjalan lamban, perekonomian dunia tahun ini diprediksikan lebih baik dari tahun lalu. Apalagi optimisme itu terlihat dalam laporan terbaru IMF dan Bank Dunia. Hal yang sama juga terungkap komentar sejumlah pimpinan perusahaan internasional.

Menurut revisi proyeksi ekonominya, IMF memprediksi perekonomian global akan tumbuh 3,7% tahun ini, lebih tinggi 0,1% dari proyeksi yang disampaikan Oktober 2013. Sementara dalam rilis Global Economic Prospects 2014, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2014 bisa mencapai 3,2% ketimbang proyeksi sebelumnya sebesar 3%.

Kondisi perekonomian global tahun ini juga tidak lepas dari perhatian para pimpinan perusahaan global. Hasil penelitian PricewaterhouseCoopers LLC terhadap sejumlah CEO perusahaan internasional menyebutkan, sekitar 44% CEO telah mengantisipasi perbaikan perekonomian dunia dalam beberapa bulan ke depan. Angka ini meningkat 18% pada survei awal 2013.

Penelitian itu juga melihat adanya peningkatan keyakinan kalangan eksekutif, para pembuat kebijakan, dan para investor yang akan mengikuti Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pekan ini. Sekitar 39 % pemimpin bisnis sangat yakin terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan mereka. Ini berarti naik dari 36% tahun lalu. Aktivitas bisnis tahun ini dipredikasi lebih menggeliat dibanding tahun lalu. Sejumlah aksi korporasi pun telah disiapkan, termasuk rencana merger, akuisisi atau aliansi strategis, dan penambahan karyawan.

IMF dan Bank Dunia melihat penguatan pertumbuhan ekonomi dunia terjadi karena negara maju mulai berhasil memacu pertumbuhan setelah lima tahun terpukul krisis finansial dan China berhasil mempertahankan pertumbuhan yang kuat. Performa ekonomi negara maju sedang memperoleh momentum yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat di negara berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang diprediksi telah kembali ke jalurnya. IMF memperkirakan permintaan domestik di Negara Paman Sam itu tumbuh menjadi 2,8% tahun ini, atau naik dibandingkan proyeksi Oktober yang mencapai 2,6 %. Inggris juga menjadi negara yang ekonominya diperkirakan membaik. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris 2,4% tahun ini, naik dibandingkan proyeksi Oktober lalu sebesar 1,9%. Sedangkan ekonomi China tahun ini akan lebih dimotori oleh pertumbuhan konsumsi, sementara investasi akan menurun.

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global dapat melaju 0,2% lebih pesat dibanding perkiraan sebelumnya. Jika proyeksi ini tercapai, pertumbuhan ekonomi global pada level itu menandai ekspansi terkuat sejak 2010 yang meraih 4,3%. Bank Dunia memprediksi perekonomian AS tumbuh 2,8% tahun ini, atau menguat signifikan dari tahun lalu. Sedangkan zona Euro diperkirakan tumbuh sebesar 0,2 % menjadi 1,1%. Kenaikan ini terjadi setelah dua tahun kontraksi di kawasan persatuan 18 negara kawasan Eropa tersebut.

Related posts