BNI Syariah Targetkan 60% Pembiayaan Produktif

NERACA

Jakarta - PT Bank BNI Syariah menargetkan porsi pembiayaan sektor produktif sebesar 60% dan sektor konsumtif 40% pada 2016 mendatang. "Saat ini porsi pembiayaan produktif sekitar 45%, sedangkan pembiayaan konsumtif 55%," kata Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, di Jakarta, Kamis (23/1).

Imam mengatakan pertumbuhan pembiayaan sektor konsumtif BNI Syariah hingga akhir 2014 sebesar 20% dan pertumbuhan pembiayaan sektor produktif mencapai 35%. "Pertumbuhan pembiayaan konsumer BNI Syariah, contohnya pembiayaan rumah pada 2013 sekitar 40%. Pada 2014 target kami tumbuh sekitar 20%. Sedangkan pembiayaan UKM, kami tumbuh di atas 30% pada 2013," katanya.

Porsi pembiayaan konsumtif ritel BNI Syariah, lanjut Imam, mencapai 80% dari total portofolio dan porsi pembiayaan konsumer di atas Rp2 miliar sebesar 20% dari portofolio. Imam menambahkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) BNI Syariah pada 2013 mencapai 1,86% atau lebih kecil dari rasio NPF industri perbankan syariah yang mencapai 2,8%-3%.

Sebelumnya, BNI Syariah mencatat perolehan laba Rp113,9 miliar sepanjang 2013 dari target laba 2013 sebesar Rp110 miliar dengan pertumbuhan pembiayaan mencapai 40%. Imam mengatakan aset BNI Syariah mencapai Rp14,7 triliun pada akhir 2013, dana pihak ketiga mencapai Rp11,9 triliun, dan pembiayaan Rp11,3 triliun. [lulus]

BERITA TERKAIT

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar NERACA Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, pada 2018 menargetkan penerimaan dari…

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

Indonesia Fokus Kembangkan Keuangan Syariah Sosial

    NERACA   Bali - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia mulai berfokus untuk tidak hanya mengembangkan industri keuangan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Titik Keseimbangan Rupiah Di Posisi Rp15.000

      NERACA   Jakarta - Ekonom Agustinus Prasetyantoko menilai level Rp15.000-an per dolar AS saat ini merupakan titik…

Peringkat Daya Saing Indonesia Diurutan ke 45

    NERACA   Jakarta - Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 dengan metodologi baru edisi 2018…

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…