Gading Development Kuras Dana Rp 1,7 Triliun - Bangun Proyek Botanical City

NERACA

Jakarta – Meskipun industri property tahun 2014 di proyeksikan bakal lesu, tetapi tidak membuat bisnis PT Gading Development Tbk (GAMA) tertunda. Pasalnya, perseroan di tahun ini akan mengembangkan lahan seluas 80 hektar di Solo, Jawa Tengah. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencananya, perseroan akan menggarap proyek Botanical City dengan anggaran mencapai Rp1,7 triliun. Dana tersebut berasal dari operasional perseroan dan pinjaman dari pihak ketiga.Dalam, time table perseroan merencanakan pembangunan Solo Baru berakhir pada tahun 2025. Dengan perkiraan waktu pengajuan penjualan pada kuartal ketiga 2014. Untuk tahap awal, lahan yang akan digarap mencapai 17 hektar.

Selain itu, guna mendukung pendanaan sejumlah proyek yang akan digarap tahun ini, PT Gading Development Tbk (GAMA) berencana melanjutkan aksi korporasinya berupa penerbitan surat utang (obligasi) senilai Rp500 miliar.

Direktur GAMA Gunawan Taslim menyampaikan, aksi korporasi ini dilakukan, meski tahun ini bertepatan dengan pesta demokrasi (pemilihan umum/pemilu) mengingat kebutuhan dana untuk menunjang bisnis perseroan, seperti pembelian dan pengembangan tanah serta membiaya operasioanal.

Gunawan menegaskan meski obligasi akan diterbitkan tahun ini, namun manajemen masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan emisi tersebut,”Time table rencana emisi Obligasi diperkirakan dalam tahun ini. Namun saat ini belum ada time table yang pasti,”ujarnya.

Rencana penerbitan obligasi ini molor dari target sebelumnya pada Desember 2013. Adapun, salah satu proyek yang akan dikerjakan perseroan tahun ini adalah Botanical City di Solo Baru. Namun, perseroan baru melakukan desain keseluruhan area tanah yang dimiliki sembari menunggu selesainya proses perizinan.

Sebagai informasi, pada kuartal tiga 2013, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp74,17 miliar atau tumbuh 12,24% dari sebelumnya sebesar Rp65,10 miliar. Penurunan pada beban pokok penjualan menjadi Rp46,35 miliar mampu mendorong laba bersih hingga September tahun ini menjadi Rp15,55 miliar atau tumbuh 66,84% dari sebelumnya sebesar Rp5,16 miliar pada 2012.

Sementara laba per saham naik menjadi Rp1,55 per saham dari sebelumnya Rp0,52 per saham di kuartal ketiga 2012. Adapun total aset meningkat menjadi Rp1,24 triliun dari sebelumnya Rp1,23 triliun di akhir Desember 2012. Untuk jumlah kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp55,80 miliar. (bani)

Related posts