Efek Pemilu Bikin Fluktuatif Pasar Tinggi - Waspadai Aksi Spekulan

NERACA

Jakarta – Di tahun politik ini menjadi gambaran bagi pelaku pasar saham untuk melihat prospek pasar modal kedepan, meskipun PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan hajatan pemilu tahun ini tidak akan mempengaruhi industri pasar modal. Namun pelaku pasar menyikapinya berbeda dengan wait and see.

Kata analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu, saat ini semua orang termasuk pelaku pasar telah memahami bahwa efek pemilu bisa buat fluktuatif pasar tinggi. Tetapi, sebelum jelang pemilu pada 9 April 2014 nanti, pelaku pasar justru ingin berspekulasi karena diperkirakan market akan bergerak tertekan, “Bisa jadi mayoritas saham memerah, meskipun saat ini harga-harga saham yang diperdagangkan cukup tinggi", katanya di Jakarta, Kamis (23/1).

Dia menilai, pada semester kedua, secara umum akan terlihat dampak dominan yang akan menentukan kelangsungan indeks hingga akhir tahun ini. Makanya, pada semester pertama tahun ini dinilai Lucky sebagai periode mencari posisi, apalagi Januari-Februari,”Sampai Februari indeks masih hijau dalam arti virgin. Periode ini akan meraba akan kemana indeks hingga akhir tahun", ujarnya.

Sementara itu, BEI menyatakan kondisi pasar modal Indonesia saat ini lebih sehat dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, kini mulai banyak investor asing yang masuk pasar modal Indonesia. Direktur Utama Ito Warsito pernah bilang, hal ini didorong dengan mulai menghilangnya ketidakpastian kondisi ekonomi global dengan dilakukannya pengurangan stimulus atau tapering off oleh Bank Sentral AS The Fed.

Ditambah dukungan dari sektor makro ekonomi yaitu rasio defisit neraca transaksi berjalan dengan produk domestik bruto (PDB) sudah kian berkurang seiring membaiknya surplus nonmigas yang dicatat Bank Indonesia (BI) sampai akhir Desember 2013,”BI mencatat pengurangan defisit neraca transaksi berjalan, belum lagi cadangan devisa yaang kian membaik ini yang memberikan sentimen positif ke pasar modal kita", paparnya.

Sehingga, dengan faktor positif tersebut mendorong masuknya dana asing untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Dia menambahkan, kepastian tappering off membuat investor asing yakin untuk memasukkan porfolionya ke dalam negeri.

Asal tahu saja, prospek transaksi saham di BEI pada tahun 2014 akan sangat tergantung pada hasil pemilihan umum (pemilu). Meski demikian, untuk jangka menengah dan panjang pasar modal Indonesia masih tetap menarik.

Riset Danareksa menyatakan, kondisi pasar saham sangat bergantung pada perkembangan ekonomi makro Indonesia. Tidak seperti pada tahun 2013 yang dimulai dengan optimisme, prospek 2014 diawali dengan kekhawatiran pelemahan rupiah, naiknya suku bunga acuan perbankan (Bi rate) dan perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Namun dengan langkah antisipasi pemerintah seperti menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Danareksa optimistis perubahan struktural makro bisa berdampak positif pada pertumbuhan pasar modal berkelanjutan dengan volatilitas rendah. (nurul)

Related posts