Sido Muncul Penyumbang Pajak Terbesar

Baru mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), produsen jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diklaim menjadi perusahaan penyumbang pajak terbesar di Jawa Tengah. Disebutkan, jumlah pajak yang dibayarkan pada 2013 mencapai Rp600 miliar.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I, Edi Slamet Irianto mengatakan, Sido Muncul sebagai perusahaan jamu terbesar di Jawa Tengah, layak mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 18 perusahaan wajib pajak badan, dan pribadi yang mendapat penghargaan,”Pembayaran pajak Sido Muncul mencapai Rp600 miliar pada 2013," katanya di Semarang, kemarin.

Menurut Presiden Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, besarnya pembayaran pajak perusahaannya menunjukan bahwa Sido Muncul semakin besar. Baginya, membayar pajak tepat waktu sesuai dengan besaran yang seharusnya merupakan kepercayaan yang harus dijaga perusahaannya kepada pemerintah,”Kalau ngaku orang kaya, ya bayar pajak. Tahun lalu PPH kami mencapai Rp160 miliar, sedangkan PPN mencapai Rp240 miliar," ujar Irwan.

Sebagai informasi, perseroan tahun ini berencana mengembangkan bisnis obat-obatan dengan mengakuisisi perusahaan farmasi. Irwan Hidayat pernah bilang, akuisisi perusahaan farmasi adalah pengembangan bisnis perseroan disamping jamu, “Nama perusahaan farmasi tersebut belum bisa disebutkan saat ini karena masih dalam tahap pencarian. Namun, dia menerangkan, perusahaan yang akan diakuisisi merupakan produsen obat-obatan,”ujarnya.

Tidak hanya itu, perseroan juga berencana memasuki bisnis industri perbankan dengan mendirikan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Muncul Artha Sejahtera (MAS) di Semarang. Bersama keluarga, dirinya menjadi salah satu pemegang saham dengan membidik nasabah dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah(UMKM) sebagai pasar potensial.

Dia berharap BPR MAS ini benar-benar bisa membantu sektor UMKM untuk lebih berkembang lagi. “Rencana pendirian BPR sebenarnya sudah sejak tiga tahun lalu. Namun, baru mendapatkan izin usaha dari Bank Indonesia (BI) tahun ini”, katanya. (bani)

Related posts