Rusunawa Cikundul Terbengkalai dan Sepi Peminat - Kota Sukabumi

Sukabumi - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Wawan Marwan, menyesalkan kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di dekat TPSA Cikundul, Kecamatan Lembursitu yang terkesan terbengkalai dan tidak ada peminatnya. Sehingga, belum ada satu pun warga yang menghuni bangunan lima lantai tersebut. “Percuma saja dibangun menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun hingga saat ini belum juga dihuni,” kata dia kepada Neraca, di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (23/1).

Untuk itu, lanjut Wawan, pihaknya segera akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sukabumi yang saat ini menjadi Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman (Distarkim) untuk mempertanyakan kenapa belum dihuninya rusunawa tersebut. Padahal, rusunawa tersebut sudah selesai dibangun tahun 2012 lalu, namun dengan berbagai alas an belum juga bisa dihuni. “Nantinya kita akan pertanyakan mengenai kejelasan kapan rusunawa tersebut bisa mulai ditempati,” tegasnya.

Dibangunnya Rusunawa tersebut, kata Wawan, awalnya untuk mengakomodir masyarakat yang tidak mampu khususnya para pemulung dan petugas kebersihan yang ada di sekitar TPSA Cikundul. Sehingga, nantinya mereka bisa menempati tempat tinggal yang layak. Namun, yang terjadi saat ini malah menjadi tidak jelas apakah diperuntukkan bagi masyarakat umum atau khusus pemulung.

Sayangnya, tambah Wawan, keberadaan bangunan Rusunawa Cikundul tersebut, tidak didukung dengan sarana serta prasarana pendukung yang memadai. Salah satu fasilitas pendukung yang menjadi perhatian serius mengenai masalah transportasi, khususnya mengenai keberadaan angkutan kota yang belum beroperasi secara maksimal. "Harus ada sarana pendukung yang memadai, seperti kemudahan akses transportasi. Terlebih lokasi rusunawa yang terbilang sangat jauh dari pusat kota, tandasnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, keberadaan rusunawa yang berlokasi di Cikundul, Kecamatan Lembursitu tersebut, ditujukan untuk memecah pusat keramaian yang berada ditengah kota. Namun seharusnya, dari awal pembahasannya tidak dikaji secara matang. "Ketika akan membuat sesuatu atau pembangunan, harus memiliki analisis dan kajian yang tepat dong sebelum melakukan berbagai pembangunan di wilayah", kata Wawan.

BERITA TERKAIT

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies  NERACA Jakarta - Saat pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies…

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi  NERACA Sukabumi - Dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN   NERACA Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Gertak Tuntut Kepala BPPBJ DKI Dicopot

Gertak Tuntut Kepala BPPBJ DKI Dicopot NERACA Jakarta - Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak) menggelar aksi unjuk rasa di…

Pelaku Bisnis Optimistis Tim Ekonomi Kabinet Baru Mampu Lakukan Terobosan

Pelaku Bisnis Optimistis Tim Ekonomi Kabinet Baru Mampu Lakukan Terobosan NERACA Jakarta - Pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo periode kedua…

Per Agustus 2019, Realisasi KUR Rp102,021 T

Per Agustus 2019, Realisasi KUR Rp102,021 T NERACA Jakarta - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menjelaskan,…