Bangun PLTG, Stanchart Kucuri Kredit Rp2,6 Triliun ke PLN

NERACA

Jakarta - Untuk meningkatkan kapasitas daya listrik di Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia memberikan pinjaman sebesar €160 juta atau senilai Rp2,6 triliun kepada PT Perusahaan listrik Negara (Persero) untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas di Aceh dan Kalimantan Tengah.

Chief Executive Officer (CEO) Standchart Indonesia Tom Aaker menjelaskan, perusahaan dalam hal menjadi loan arranger yang memperoleh sumber pendanaan dari Finnish Export Credit, yakni anak usaha dari Finnvera yang juga lembaga pembiayaan ekspor (Export Credit Agency atau ECA) milik Finlandia. “Sumber pendanaannya dari Finlandia, kami sebagai loan arranger,” kata Tom di Jakarta, kemarin.

Selain itu, menurut Tom kerja sama ini, menurut Aaker, menunjukkan strategi perseroan yang fokus kepada klien dan mendukungdalam berinvestasi di Indonesia

Executive Vice President Finnvera, Topi Vesteri mengatakan Finnvera dan Finish Export Credit sangat senang dapat mendukung alih teknologi Wärtsilä kepada PLN. Kedua proyek ini sangat berarti bagi perusahaan dari Finlandia untuk dapat melakukan ekspor mesin dari Vaasa, Finlandia.

PLTG baru tersebut akan dapat meningkatkan kapasitas daya listrik dan mendukung pembangunan di wilayah sekitarnya. "Komitmen Finnvera selama tahun 2013 hampir meningkat dua kali lipat dan kami berharapdapat berpartisipasi dalam beberapa proyek mendatang di Indonesia, negara yang menawarkan kesempatan bagi eksportir dari Finlandia," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, menyatakan, kedua PLTG itu akan dibangun dengan menggunakan 35 mesin Wärtsilä 34SG di Aceh dan Kalimantan Tengah. PLTG Arun yang dibangun di Aceh ini mempunyai kapasitas 184 megawatt (MW) menggunakan 19 mesin dan berbahan bakar liquefied natural gas (LNG). "PLTG Arun akan menjadi PLTG terbesar di Indonesia dan dibangun di Lhokseumawe, Aceh," ujar Nur dalam acara konferensi pers di Jakarta.

Sementara itu, PLTG Bangkanai berkapasitas 155 MW akan menggunakan 16 mesin dan dibangun di Bangkanai, Kalimantan Tengah. Dengan total kapasitas 339 MW, kedua PLTG ini, menurut Nur, diperkirakan dapat menerangi lebih dari 150.000 rumah. Selanjutnya, selama proses pembangunan dan operasionalnya, diperkirakan dapat menyerap 600 tenaga kerja di kedua wilayah tersebut. [sylke]

Related posts