WIKA Beton Optimis Penjualan Sesuai Target - Permintaan Beton Meningkat

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) optimis penjualan akhir tahun bakal tercapai sesuai target sebesar Rp 3,1 triliun seiring dengan perolehan kontrak baru tahun ini dan pembangunan pabrik beton untuk mengantisipasi proyek-proyek mercusuar bidang konstruksi milik pemerintah ataupun swasta.

Direktur Operasi 1 Wika Beton Fery Hendriyanto mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pejualan Rp 3,1 triliun atau tumbuh dibandingkan tahun lalu penjualan mencapai Rp 2,6 triliun, “Semua proyek kita masih didominasi infrastruktur hingga 60%. Sisanya ada proyek properti, energi dan grup bisnis lain," ujar Fery di Cibinong, kemarin.

Dia menyebutkan, proyek yang diperoleh langsung dari pemerintah mencapai 25%, sedangkan sisanya berasal dari gabungan swasta dan BUMN,”Kadang kita juga dapat proyek pemerintah secara tidak langsung, melalui BUMN. Kita sub kontraktornya," kata dia.

Fery mengungkapkan, permintaan beton saat ini sangat tinggi. WIKA sebagai induk usaha menggunakan produk beton sekitar 15-20%. Alhasil, dampak tingginya permintaan beton di pasar. Perseroan mulai membangun pabrik di sejumlah daerah potensial. Tahun ini, WIKA Beton membangun pabrik beton di Lampung Selatan dan Cilegon. Agar aktivitas produksi beton berjalan lancar, WIKA Beton juga membangun beberapa pabrik pemecah batu untuk bahan baku beton.

Disebutkan, tahun ini WIKA Beton berencana bangun tiga pabrik pemecah batu sebagai bahan baku pembuat tiang pancang (precast). Kata Fery, pembangunan pabrik pemecah batu untuk menyuplai bahan baku ke pabrik beton. Pabrik pemecah batu akan dibangun di Bogor, Lampung dan Palu, “Khusus untuk Lampung dan Bogor sudah dimulai pembangunannya. Juli dan Agustus tahun ini kita harapkan sudah beroperasi pabrik bahan bakunya,”ungkapnya.

Adapun pabrik bahan baku di Bogor dan Lampung masing-masing memiliki kapasitas produksi 250 ton per jam. Ini merupakan pabrik bahan baku pertama yang didirikan perusahaan. Sebelumnya bahan baku disuplai vendor.

Menurutnya, dengan memiliki pabrik dengan bahan baku sendiri bisa menekan cost produksi atau efisien bahan baku hingga 15%. Sementara pembangunan pabrik bahan baku di Palu ditargetkan mulai tahun depan. Dimana bahan baku Palu akan menyuplai pabrik beton Wika Beton di wilayah Kalimantan,”Kita punya tanah di Balikpapan 15 hektar, baru dibeli tahun ini. Tahun 2016, mungkin kita akan bangun pabrik beton di sana dan suplai bahan bakunya dari Palu," jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, WIKA Beton akan membangun pabrik beton di Pasuruan tahun depan. Perseroan sudah membeli tanah seluas 4 hektar (ha) senilai Rp30 miliar untuk pembangunan pabrik di Pasuruan,”Nanti 2015 dibangun pabriknya. Tahun ini kita fokus bangun dua pabrik beton dulu, yakni di Lampung dan Cilegon," kata Fery.

Dia menjelaskan, untuk pabrik beton Pasuruan akan didesain dengan teknologi baru. Digadang-gadang pabrik ini bisa menghasilkan 400 batang beton per hari. Adapun perluasan pabrik Pasuruan berada di wilayah Gempol. Sebelumnya WIKA Beton telah memilki pabrik beton Pasuruan di wilayah Japanan. Jika rampung, kedua pabrik ini bisa menghasilkan produk dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun. (bani)

Related posts