Perluas Pasar, Ace Hardware Agresif Perbanyak Gerai - Tambah Gerai Di Medan Dan Samarinda

NERACA

Jakarta- PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), emiten ritel perlengkapan rumah tangga terus memperluas distribusinya di luar pulau Jawa. Manajemen perseroan mengaku menambah dua gerai baru yang berlokasi di kota Medan, Sumatera Utara dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Sekretaris Perusahaan PT Ace Hardware Indonesia Tbk, Helen Tanzil mengatakan, untuk gerai baru yang berada di kota Medan memiliki luas sekitar 2.500 meter per segi dan merupakan gerai keempat di kota tersebut yang akan dibuka pada 25 Januari 2014. “Pembukaan gerai selanjutnya adalah pada tanggal yang sama di Samarinda, Kalimantan Timur yang memiliki luasan 2.800 meter per segi.” katanya di Jakarta, Kamis (23/1).

Gerai baru ini, sambung dia, merupakan gerai kedua di kota tersebut. Dengan penambahan dua gerai tersebut, pihaknya mencatat telah memiliki 97 gerai. Diketahui, pada Desember 2013, perseroan menambah gerainya di Cipinang Indah Mall, Jakarta Timur.

Luas dari gerai baru tersebut sekitar 1.250 meter persegi. Perseroan sebelumnya juga telah membuka dua gerai di Pluit, Jakarta dengan luas sekitar 2.500 meter per segi, dan di Bandung, Jawa Barat. Gerai dengan luas 1.300 meter per segi yang merupakan gerai keenam di kota tersebut. Perseroan sempat menargetkan membuka sekitar 15-20 gerai sepanjang tahun 2013.

Terkait kinerja perusahaan ritel di tanah air, analis Bahana Securities, Alvian Andrean dalam risetnya pernah mengungkapkan, ACES bakal menghadapi tren persaingan industri ritel peralatan rumah dan furnitur yang lebih ketat di tahun 2014 dengan masuknya beberapa raksasa ritel dunia bakal mulai menjajal pasar Indonesia. Salah satunya, perusahaan asal Swedia, IKEA yang akan membuka gerai di Mall Alam Sutera, Juli 2014. Selain itu, perusahaan ritel lainnya yang juga akan masuk ke Indonesia, Autobacs.

Perusahaan ritel aksesori otomotif ini menjalin kerja sama patungan dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Informasinya, perusahaan ini akan membangun lima gerai di 2014 dan jika hasilnya memuaskan, perusahaan berencana membuka sepuluh gerai di tahun berikutnya.

Dengan laju ekspansinya yang tertahan, tentu juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan kinerja keuangan ACES, meskipun tidak akan menjadi negatif, ditambah dengan peningkatan beban gaji karyawan yang harus ditanggung perseroan. Diperkirakan, pada 2014 pendapatan ACES masih akan tumbuh 22,29% menjadi Rp 5,15 triliun, dari asumsi perolehan 2013 sebesar Rp 4,21 triliun.

Sementara itu, hingga September 2013, laba bersih emiten ritel ini mengalami kenaikan menjadi Rp318,25 miliar, atau sebesar 13,44% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp280,53 miliar. Adapun penjualan perseroan menjadi Rp2,78 triliun dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp2,27 triliun dan beban pokok tercatat Rp1,42 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp1,17 triliun.

Laba kotor perseroan pada periode ini menjadi Rp1,37 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp1,10 triliun. Sementara laba usaha meningkat menjadi Rp409,94 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp365,14 miiar. Sedangkan laba sebelum pajak sebesar Rp389,54 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp347,55 miliar. Total aset per September 2013 mencapai Rp2,17 triliun dari total aset per Desember 2012 yang Rp1,92 triliun. (lia)

Related posts