Konsumsi Meningkat, Bisnis Susu Ultrajaya Makin Manis - Pefindo Beri Prospek Cerah

NERACA

Jakarta – Produsen susu, PT Ulrajaya Milk Industry & Trading Tbk (ULTJ) diprediksi memiliki prospek cerah di masa depan seiring dengan positifnya pasar susu perseroan. Hal itu didukung optimisme membaiknya ekonomi Indonesia, yang akan mendorong meningkatnya konsumsi domestik.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hasan Barakwan mengatakan, pasar produk UHT menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam lima tahun terakhir,”Kami percaya bahwa pasar produk susu perseroan memiliki prospek cerah di masa depan didorong meningkatnya konsumsi kelas menengah yang memiliki kesadaran untuk lebih sehat dan perubahan konsumsi dari susu bubuk ke susu UHT," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Kamis (23/1).

Sekedar informasi, perseroan memproduksi susu menggunakan teknologi ultra high temperature (UHT), yang dipasarkan dengan merek Ultra Milk. Selain pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, konsumsi per kapita, peningkatan kesadaran kesehatan dari konsumen, situasi politik di Tanah Air dan kapasitas produksi susu lokal yang lebih tinggi juga menjadi faktor yang akan mendorong industri susu memiliki prospek cerah.

Di samping itu, ekspansi ULTJ dengan mencari mitra strategis dengan perusahaan multinasional akan memberi peluang bagi produk ULTJ untuk menjangkau lebih banyak lokasi dan pelanggan,”Sejumlah katalis tersebut dapat mendukung kinerja keuangan ULTJ di masa mendatang. Hasan memperkirakan, pendapatan ULTJ dapat tumbuh dengan CAGR 11% selama 2012-2017," ujar dia.

Sementara laba bersih hingga penghujung 2013, diprediksi bisa mencapai Rp402 miliar. Angka itu naik 13,88 persen dibanding 2012 senilai Rp353 miliar. Naiknya laba bersih didukung meningkatnya pendapatan akhir tahun lalu yang diproyeksi sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 14 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.

Untuk tahun ini, Pefindo memperkirakan, pendapatan ULTJ bisa mencapai Rp3,55 triliun dengan laba bersih senilai Rp434 miliar. Adapun, target saham ULTJ untuk 12 bulan di kisaran Rp4.310-5.000 per saham. Sedangkan harga saham ULTJ hari ini dibuka stagnan dengan penutupan hari kemarin di harga Rp4.470 per saham, namun pada pukul 15.00 WIB, harga saham ULTJ turun 5 poin menjadi Rp4.465 per saham.

PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ) menargetkan bisa membukukan laba bersih mencapai Rp567,3 miliar pada 2016. Angka ini naik sebesar 191,37% dari estimasi laba bersih tahun 2012 senilai Rp194,7 miliar. Disebutkan, proyeksi laba bersih tersebut seiring dengan peningkatan penjualan bersih pada empat tahun mendatang sebesar 85,2% menjadi Rp5 triliun dari estimasi penghujung tahun ini Rp2,7 triliun.(bani)

Related posts