Austindo Genjot Bisnis Energi

NERACA

Jakarta- PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berupaya mengoptimalkan kinerja anak usahanya yang bergerak di bidang energi, PT Austindo Aufwind New Energy. Perseroan melakukan transaksi pemberian jasa manajemen kepada anak usahanya tersebut melalui penandatanganan amandement No. 1 to Management Service Agreement. Informasi ini disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Naga Waskita dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/1).

Disebutkan, penandatanganan amandemen tersebut untuk perpanjangan jangka waktu perjanjian sampai dengan 31 Desember 2014. Transaksi pemberian jasa manajemen ini dilakukan untuk mendukung kegiatan manajemen dan operasional PT Austindo Aufwind New Energy. “Nilai transaksi tersebut tidak melebihi 0,5% dari modal disetor perseroan dan tidak melebihi jumlah Rp5 miliar.” ungkapnya.

Diketahui, perseroan melalui anak usahanya tersebut mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas dengan kapasitas 1,2 MW di Belitung. Pusat pembangkit listrik tenaga biogas ini akan menghasilkan energi listrik yang diolah dari limbah pabrik kelapa sawit yang dihasilkan dari kebun kelapa sawit perseroan di daerah tersebut. “Seluruh pasokan listrik yang diproduksi AANE disalurkan ke jaringan distribusi PT PLN dan dibeli oleh PLN sesuai dengan Power Purchase Agreement dengan harga Rp.975 per kWh.” kata Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Suwito Anggoro.

Adapun biaya yang dikeluarkan perseroan untuk pembangunan pusat pembangkit listrik ini, kata dia, sekitar US$3,5 juta. Sumber pembiayaan proyek ini, antara lain diperoleh dari sebagian hasil penawaran umum saham perdana (IPO) Perseroan sebesar US$1 juta dan sisanya berasal dari dana kas internal Perseroan. Rencananya, setelah pembangunan pembangkit listrik tersebut, perseroan akan membangun pusat pembangkit tenaga listrik di kebun-kebun lain milik perseroan yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Pihaknya mencatat, saat ini perseroan melalui anak usahanya, PT Sahabat Mewah dan Makmur memiliki kebun kelapa sawit di Belitung dengan area tertanam dan menghasilkan seluas 14.229 hektar serta pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam. Seluruh produksi minyak kelapa sawit yang dihasilkan telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sutainable Palm Oil (RSPO).

Sementara dalam pengembangan bisnisnya ke depan, perseroan masih akan melakukan penanaman di areal perkebunan perseroan, seperti kebun sawit di Sumatera, Kalimantan. Pada tahun 2014, perseroan berencana melakukan tanam sawit di Papua Barat seluas 4.000 ha. Sementara di tahun 2015, target penanaman tersebut di tambah lagi. Perseroan akan menambah areal seluas 6.500 ha sehingga dalam waktu dua tahun, luas kebun yang sudah ditanami di Papua Barat mencapai 10.500 ha. Saat ini, perseroan memiliki lahan cadangan untuk kebun (land bank) di Papua Barat seluas 65.159 ha dan sama sekali belum ditanami.

Related posts