Jepang Tawarkan Kerjasama Dengan Universitas di ASEAN

NERACA

Jepang menawarkan proposal kerjasama pertanian kepada universitas-universitas di ASEAN melalui kerangka program "Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Sektor Pangan". Tawaran kerjasama tersebut dilakukan melalui Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) Jepang.

"Simposium ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan tingkat tinggi ASEAN dan Jepang di Tokyo, Jepang, Desember 2013. Kami berharap, simposium ini menghasilkan rekomendasi untuk mempercepat pengembangan nilai-tambah pada rantai industri makanan di kawasan ASEAN," kata Konsuler Kementerian dan Wakil Ketua Misi Jepang untuk ASEAN, Takako Ito dalam sambutannya pada pembukaan Simposium Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Sektor Pangan Melalui Kemitraan dengan Universitas se-ASEAN, di Jakarta belum lama ini.

Menurut Ito, proposal MAFF yang menawarkan kerja sama pertanian melalui universitas adalah untuk menegaskan proses transfer teknologi dari Jepang ke negara-negara ASEAN dengan melibatkan sektor akademik, di samping skema kemitraan publik dan swasta.

Di bawah skema MAFF, Universitas Miyazaki merupakan salah satu universitas Jepang yang tertarik menjalin kerja sama. Melalui skema tersebut Universitas Miyazaki berkeinginan untuk mempererat kemitraan yang telah ada, seperti dengan Universitas Kasetsart (Thailand), dan memulai kerjasama dengan universitas-universitas lain yang ada di ASEAN, antara lain Universitas Gadjah Mada (Indonesia), Institut Pertanian Bogor (Indonesia), Universitas Pertanian Hanoi (Vietnam), Institut Teknologi Bandung (Indonesia), Universitas Negeri Luzon (Filipina).

"Kami berencana untuk memulai kerjasama (dengan universitas-universitas tersebut) pada tahun 2014, tapi sekarang sudah 2014, oleh karena itu kami berharap kami dapat membuat kemajuan hingga akhir tahun ini," kata Profesor Ryo Akashi, perwakilan Universitas Miyazaki.

Dalam simposium yang juga diadakan untuk memeringati 40 tahun kemitraan ASEAN-Jepang tersebut, Ryo Akashi mengatakan, hal terpenting yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pertanian di ASEAN adalah dengan memperkuat konservasi dan keberlanjutan pengembangan produksi pertanian dan pengembangan wilayah pedesaan.

Melalui skema proposal kerjasama pertanian Jepang-ASEAN, sambung Akashi, Universitas Miyazaki menawarkan program pendidikan konservasi dan perlengkapan sumber daya genetik, serta pelestarian lingkungan global dari keanekaragaman genetik.

"Kami dapat mendiskusikan tentang pertanian berulang-ulang kali, tetapi dampak lingkungan dari pertanian sebenarnya lebih penting untuk memastikan keberlanjutan ekologi," kata dia.

Dalam "Simposium Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Sektor Pangan Melalui Kemitraan dengan Universitas Se-ASEAN" tersebut juga hadir pembicara-pembicara dari sektor bisnis makanan dan pertanian Jepang, seperti Ajinomoto, Fuji Oil Asia, Nichirei Foods, serta presentasi kondisi terkini dari masing-masing perwakilan universitas di sepuluh negara anggota ASEAN.

Related posts