Banjir Rusak Fasilitas Belajar - Sekolah Diliburkan

NERACA

Banjir yang melanda Jakarta telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pendidikan. Bagaimana tidak? Banjir di Jakarta tidak hanya membuat permukiman dan jalanan tergenang, tetapi juga turut merusak ratusan sekolah lantaran terendam air dan lumpur.

Saat meninjau Sekolah Dasar Negeri 08 di Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa hari lalu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menuturkan, sekitar 200 sekolah yang terdiri atas sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan rusak akibat tergenang air.

“Kerusakannya bervariatif, tergantung lamanya sekolah tergenang air. Contohnya pagar SDN 08 ini rubuh akibat terjangan air. Bangku-bangku kelasnya juga rusak," kata dia.

Selain fasilitas belajar mengajar yang terganggu, kendala lain yang dihadapi oleh para siswa dan staf pengajar adalah sulitnya akses untuk mencapai sekolah-sekolah yang berada dikawasan banjir lantaran akses terputus. Alhasil, ratusan sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah DKI Jakarta diliburkan akibat banjir yang merendam sejumlah kawasan di ibu kota.

Taufik Yudi menuturkan, sekolah-sekolah di beberapa kawasan banjir di Ibu kota diliburkan. 248 sekolah yang terdiri dari 114 Sekolah Dasar, 27 Sekolah Menengah Pertama dan 58 SMA/SMK. Murid-murid sekolah yang diliburkan tersebut, diberi tugas dan nantinya dikumpulkan ketika banjir surut.

“Ada juga sekolah yang diliburkan karena dijadikan tempat penampungan pengungsi yakni sebanyak 18 sekolah dasar, serta dua SD yang dijadikan pos kesehatan. Namun, tidak semua sekolah yang tergenang diliburkan. Misalnya, sekolah yang ketinggian airnya hanya 25 centimeter, maka kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," ujar dia di Jakarta belum lama ini.

Salah satunya di SMP Negeri 26 Jakarta, yang berlokasi Jl Kebon Pala I Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sekolah yang memiliki enam lantai ini, memang tidak terkena banjir yang cukup parah. Namun karena berada di kawasan sekitar wilayah banjir, gedung sekolah ini memberikan kebijakan kepada para korban banjir untuk mengungsi di sekolah ini.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Rabu, 22 Januari lalu, 33 kecamatan yang terendam air. Sedangkan jumlah pengungsi akibat banjir berjumlah 89.334 orang yang mengungsi di 338 lokasi pengungsian. Selain Jakarta, banjir juga melanda Karawang, Bekasi, Manado, Pekalongan, Pati, Lampung, Indramayu, dan Palu.

Mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wa-mendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, pendidikan mengenai bencana sudah dimasukkan ke kurikulum 2013. Pasalnya, pendidikan mengenai bencana di sekolah amat penting, ditambah lagi pengetahuan masyarakat mengenai bencana masih minim dan hal itu mengakibatkan kepanikan ketika terjadi bencana.

"Kami sudah mengintegrasikan dalam kurikulum yang ada, juga memprakarsai agar sekolah aman," ujar dia.

Related posts