CSR Berkelanjutan VS Bencana Berkelanjutan - Ibu Kota Negeri Cincin Api Dilanda Banjir

Jakarta banjir, aktivitas bisnis terganggu, pengungsi membludak. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi selama banjir. Tak hanya pemerintah, perusahaan milik negara dan perusahaan swasta juga turut berlomba-lomba memberikan bantuan melalui program CSR mereka selama terjadi banjir besar ini.

NERACA

Lagi-lagi Jakarta kembali terendam air lantaran intensitas hujan yang tinggi terus menerpa hingga kini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan yang sangat lebat, mencapai 100 milimeter per hari terjadi di Bogor pada Desember hingga Januari 2014. Dengan curah hujan setinggi itu, sebagian luas wilayah Jakarta dipastikan bakal terendam banjir, seperti Januari lalu.

Guna mengantisipasi banjir tahunan yang selalu menghantui Jakarta, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mulai dari perbaikan drainase (saluran air), normalisasi kali dan waduk, perbaikan puluhan pompa yang ada di Jakarta, hingga memodifikasi cuaca dengan cara mencegah pembentukan awan dan menurunkan hujan di luar wilayah rawan banjir dengan biaya miliaran Rupiah. Namun upaya tersebut tidak lantas membuat Jakarta bebas banjir.

Bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Januari ini menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat. Selain menimbulkan kerugian triliunan Rupiah, banjir yang melanda jantungnya perekonomian Tanah Air ini juga mengganggu iklim investasi lantaran perputaran roda bisnis terganggu. Pasalnya, banjir yang berlangsung berlarut-larut membuat aktivitas perekonomian di daerah-derah banjir di Jakarta lumpuh, diantaranya adalah di Kawasan Mangga Dua, kawasan Kepala Gading, jakarta utaraa hingga kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kerugian akibat banjir pun mencapai ratusan miliar perhari. Selain secara ekonomi, banjir juga memaksa puluhan ribu orang terpaksa mengungsi.

Melihat kondisi ini, beragam upaya pun dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi selama banjir. Tak hanya pemerintah, perusahaan milik negara dan perusahaan swasta juga turut andil dalam memberikan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka selama terjadi banjir besar ini. Terkait hal tersebut, Gubernur Jokowi mengakui program CSR sangat membantu karena semuanya tidak bisa diselesaikan dengan APBD DKI Jakarta.

CSR Perbankan

Meskipun ikut terkena dampak banjir, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memberikan bantuan melalui BRI Peduli di DKI Jakarta mencapai Rp 2,2 miliar dari Rp 2,3 miliar yang disiapkan, antara lain bantuan 6.500 paket makanan siap saji, 600 sarung, 30.000 paket sembako di 18 titik pengungsian. BNI Syariah melalui Unit Pelayanan Zakat (UPZ BNI Syariah) mendistribusikan bantuan untuk korban banjir Jakarta. Mulai dari makanan siap saji, bubur bayi, sampai bahan kebersihan diri & lingkungan. Sedangkan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melaksanakan CSR "BII Berbagi" dengan menyerahkan bantuan berupa makanan bayi, makanan kemasan, susu kemasan, obat-obatan ringan, air mineral, dan disposable pants untuk para korban.

CSR Perusahaan Home Appliance

Jika banjir datang, peralatan-peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, pendingin ruangan, dan kulkas kerap rusak. Brand-brand home appliance pun memiliki program CSR. Misalnya, PT Samsung Electronics Indonesia yang turun langsung ke lokasi pengungsian dan langsung menyediakan produk-produk home appliance untuk keperluan para pengungsi. Seperti, kulkas Samsung untuk menyimpan ASI, microwave Samsung untuk memasak indomie, dan televisi Samsung untuk sarana hiburan. Beda lagi dengan Electrolux yang memberikan layanan servis (jasa perbaikan) gratis kepada pelanggannya yang terkena banjir.

CSR Operator Seluler

Serupa seperti tahun lalu, banjir besar yang melanda Jakarta telah menyebabkan sebagian warga tidak hanya harus meninggalkan rumahnya, mereka pun kesulitan melakukan komunikasi. Melalui posko-posko beberapa operator seluler seperti PT Telkomsel, PT XL Axiata Tbk, dan PT Indosat Tbk, korban banjir dapat menggunakan berbagai fasilitas yang disediakan. Mulai dari layanan komunikasi suara (telepon) hingga akses internet baik melalui wifi maupun modem secara gratis. Operator-operator seluler lapis pertama tersebut juga telah melakukan tindakan preventif pada BTS-BTS yang rentan terkena banjir. Selain itu, ketiga operator seluler itu juga memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan selimut di beberapa lokasi pengungsian.

CSR Perusahaan Farmasi

Salah satu masalah ketika banjir datang adalah penyakit yang siap menyerang para korban banjir. Terbatasnya sanitasi dan air bersih, cuaca yang tidak menentu membuat korban banjir rentan berbagai penyakit, seperti diare, demam berdarah, leptospirosis, dan penyakit kulit. Hal ini mengundang beberapa perusahaan farmasi untuk turut berkontribusi melalui CSR mereka. Selain memberikan bantuan obat-obatan, perusahaan farmasi juga menyediakan tenaga medis. PT Kalbe Farma memberikan bantuan obat-obatan untuk korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. PT Indofarma Tbk juga telah mendistribusikan obat-obat generik senilai ratusan juta Rupiah ke beberapa lokasi pengungsian.

CSR Produsen Mobil

Banjir Jakarta 2013 memang dahsyat. Tinggi air yang mencapai 2 meter membuat mobil-mobil mengapung seperti mainan. Hal ini tentu membuat produsen mobil melakukan Corporate Social Responsibility untuk para pelangganya. PT Honda Prospect Motor, misalnya, menyediakan jasa derek gratis bagi mobil Honda yang terjebak banjir. PT Suzuki Indomobil Motor memberikan bantuan secara langsung kepada korban banjir berupa makanan siap saji, air mineral, kebutuhan bayi, selimut, dan obat-obatan.

Related posts