Ketersediaan Pasokan Beras Terhambat

NERACA

Jakarta – Pemerintah kembali menggelar rapar koordinasi (rakor) mendadak untuk membahas ketahanan pangan nasional. Pasalnya ketersediaan pasokan beras di beberapa daerah khususnya Pulau Jawa sempat merosot, sehingga diperlukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan.

“Kami sengaja kembali menggelar rakor ini untuk membahas masalah ketersediaan pangan. Sebab kemarin-kemarin ini sempat terjadi penurunan pasokan beras di pasar besar terbesar di Pulau Jawa yaitu di Cipinang. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena semuanya sudah terkendali,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menkoperek) Hatta Rajasa pada acara Rapat Koordonasi Kebijakan Stabilisasi Pangan di Gedung Bulog, Jakarta, Rabu (22/1).

Hatta menjelaskan pasokan beras di Pasar Induk Cipinang sempat merosot pada minggu ini ke level tal lebih dari 1.500 ton. Hal itu terjadi akbiat gangguan distribusi selepas banjir melanda beberapa sentra beras di Jawa Barat. Pasalnya, truk-truk pengangkut beras jadi mengalami keterlambatan antara 3 sampai 6 jam.

“Tapi setelah kami pantau ternyata bahan pangan masih dalam jumlah yang cukup. Namun harga realtif stabil. Tidak ada lonjakan yang berarti kecuali karena distribusinya saja yang terganggu,” tutur Hatta.

Hatta menerangkan idealnya ketersediaan beras di Pasar Induk Cipinang ada di kisaran 2.500 sampai 3.000 ton per hari. “Sebab Cipinang harus memenuhi kebutuhan pangan pokok bukan hanya untuk wilayah Jabodetabek. Tapi juga beberapa kota di luar Jawa. Jadi ketika stok hanya sebesar 1.500 per hari kemarin-kemarin ini memang menjadi sedikit mengganggu.”

Kemudian Hatta mengaku ketersediaan beras di gudang bulog hingga saat ini masih dalam status aman. Pasalnya jumlah beras yang ada di gudang bulog masih sebesar 2.000.000 ton. Dan jumlah itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyakarakat untuk kurun waktu 8 bulan kedepan.

"Jadi Bulog juga sudah stand by untuk menggelontorkan beras cadangan pemerintah jika ada gangguan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Tapi stock itu baru akan di keluarkan jika dalam kondisi darurat saja,” ungkap Hatta.

Meski begitu Hatta mengingatkan masih ada komoditas lain yang cenderung menurun pasokannya dan belum teratasai. Di antaranya, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, daging sapi dan ayam ras. “Tapi juga masyarakat jangan khawatir dulu karena sementara ini statusnya masih teratasi.”

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan pemerintah hanya punya waktu 8 hari untuk mengkondisikan pasokan bahan pangan khususnya beras di dalam negeri. Untuk itu diperlukan koordinasi yang optimal mengenai distribusi pangan di pasar-pasar. Jika tidak maka ada potensi inflasi yang tidak baik sepanjang tahun 2014 ini.

“Daging, cabe rawit, dan cabe merah masih dalam posisi rawan dan pemerintah harus kondisikan ini dalam waktu maksimal 8 hari. Jika tidak maka bisa jadi ada inflasi yang tinggi sepanjang tahun 2014. Sebab awal tahun ini merupakan pijakan hingga akhir tahun,” terang Suryamin.

Lebih dari itu Suryamin menilai potensi inflasi juga akan sangat berpengaruh oleh momen-momen nasional seperti adanya pemilu. “Maka dari itu saya bilang cuma 8 hari kesempatannya. Karena aka nada pemilu yang berpotensi pemerintah mulai sibuk untuk politik,” pungkasnya. [lulus]

Related posts