2014, Muamalat Prediksi Pertumbuhan Kredit 20% - Kinerja Tahun Lalu Diatas Rata-rata

NERACA

Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2014 sebesar 20%, atau lebih tinggi dari ketentuan Bank Indonesia yang sekitar 13%-15%. Direktur Keuangan dan Operasional Bank Muamalat, Hendiarto mengatakan, tingginya prediksi pertumbuhan kredit perseroan lantaran bank sentral mendorong industri perbankan Tanah Air untuk menjaga current account deficit/CAD (defisit neraca transaksi berjalan).

"Kita menetapkan pada tahun 2014 target pertumbuhan kredit sebesar 20%," ujar Hendiarto di Jakarta, Rabu (22/1). Terkait kinerja 2013, laba bersih Bank Muamalat mencapai Rp700 miliar. Pencapaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja keras perseroan di sepanjang 2013.

Dia pun mengungkapkan bahwa kinerja pembiayaan, pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga (DPK) pada tahun lalu lebih tinggi dari industri perbankan nasional. Total pembiayaan yang disalurkan di 2013 tercatat sebesar Rp41,7 triliun, lebih tinggi 28% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,9 triliun.

Pertumbuhan ini diatas rata-rata industri perbankan sebesar 21%. Selain itu pertumbuhan aset mencapai 22%, lebih tinggi dari industri perbankan yang hanya 15%-16% sepanjang tahun lalu. Hendriarto menambahkan, untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 19%. Lagi -lagi ini tumbuh lebih tinggi dari industri perbankan yang dikisaran 11%-13%.

Sementara Bank Muamalat telah memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 260-540 kantor cabang. Tak hanya itu, Bank Muamalat akan menjamah bisnis e-commerce atau bisnis online. Sebab, bisnis tersebut sedang berkembang di masyarakat. "Kami mencoba menggalang kegiatan bisnis e-commerce. Misalkan, kredit motor tinggal meng-click bank yang dituju langsung bisa membeli (motor)," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Muamalat menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk mengoptimalkan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa perbankan berupa penyetoran uang tunai maupun pembayaran tagihan.

Menurut Hendiarto dengan sinergi ini maka Bank Muamalat dapat menggunakan gerai kantor pos untuk penyetoran dana tunai ke rekening tabungan dan giro milik nasabah di Bank Muamalat. Selain itu nasabah juga mendapatkan virtual account yang disediakan Muamalat untuk keperluan pembayaran tagihan dna cicilan melalui berbagai "delivery channel".

"Kami juga akan menempatkan sejumlah mesin ATM di beberapa jaringan kantor pos Indonesia, yang terhubung secara elektronik dengan sistem TI Muamalat secara real time," kata Hendiarto. Dengan begitu, program kerja sama ini dapat meningkatkan intensitas transaksi nasabah sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) Muamalat khususnya segmen ritel.

Perluasan kerja sama

"Kami perbankan syariah harus dituntut selalu tumbuh, dengan cara antara lain memperluas jaringan melalui pemanfaatan jaringan kantor pos," terangnya. Di tempat yang sama, Direktur Utama Pos Indonesia, Budi Setiawan mengatakan, kerja sama dengan Bank Muamalat sebelumnya sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu.

"Bedanya mulai tahun 2014, Pos Indonesia sesuai regulasi perbankan, tidak lagi diperbolehkan membuka rekening baru nasabah. Yang membuka rekening Bank Muamalat, tetapi pembayaran berbagai keperluan nasabah tetap makin diperluas di Pos Indonesia," ujar Budi.

Dia menuturkan, dalam kerja sama tersebut Pos Indonesia mendapatkan fee atas jasa chaneling bank produk-produk Muamalat. "Pada tahun 2012 transaksi produk Muamalat melalui Pos Indonesia mencapai 1 juta transaksi per bulan. Namun memasuki tahun 2013 turun hingga 50% karena perubahan skema bahwa pembukaan rekening tidak boleh lagi dilakukan Pos Indonesia," ungkapnya.

Terkait dengan pendapatan fee Pos Indonesia dari transaksi layanan Muamalat, Budi mengaku masih relatif kecil. "Kontribusinya masih kecil atau berkisar tiga persen terhadap total pendapatan Pos Indonesia dalam setahun," tambah Budi. Hingga akhir tahun 2013, Pos Indonesia memiliki 3.645 jaringan di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah jaringan tersebut dapat dimanfaatkan lebih dari 3,5 juta nasabah Bank Muamalat maupun non nasabah untuk mengkases layanan perbankan. "Pada tahun 2014, kami akan menambah dan mengembangkan sekitar 450 cabang Pos Indonesia," tandasnya.[ardi]

BERITA TERKAIT

OJK Batasi Rasio Kredit Bermasalah Fintech Tak Lebih 2%

NERACA Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh perusahaan financial technology (Fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending yang sudah…

China Alami Pertumbuhan Rendah 6,5% - RI BAKAL KENA IMBASNYA PADA KUARTAL III-2018

Jakarta-Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistic-NBS) memprediksi pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2018 melambat di level terlemah sejak krisis…

Wika Realty Pastikan IPO di Tahun 2019

Sempat tertunda rencana IPO karena alasan kondisi pasar, PT Wika Realty sebagai anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sempat Tertunda, BP Tapera Diharapkan Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) diharapkan akan segera beroperasi setelah mengalami penundaan…

Belanda dan Denmark jadi Negara Paling Siap - Keamanan Finansial bagi Pensiunan

        NERACA   Jakarta - Populasi penduduk lanjut usia terus menjadi tantangan bagi pemerintah negara di seluruh…

BTN Dorong Generasi Milenial Jadi Pengusaha Properti

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha properti…