Sinar Mas Group Bangun Pabrik US$ 400 Juta

Sinar Mas Group bakal mengembangkan bisnisnya di bidang industri kimia dasar organik di Kota Dumai, Provinsi Riau. Pabrik yang saat ini telah dibangun itu nantinya akan memproduksi produk-produk berupa fatty acid dan fatty alcohol.

Managing Director Sinar Mas Group Gandi Sulistiyanto menuturkan, pembangunan pabrik tersebut akan menalan dana investasi sebesar US$ 400 juta. Adapun seluruh dana investasi tersebut akan bersumber dari eksternal atau pinjaman perbankan. Namun sayangnya Gandi tidak menyebutkan dari bank mana pihaknya mendapatkan pendanaan tersebut,”Seluruh dana investasi hasil pinjaman perbank. Bank nya asing bukan bank lokal," ujar Gandi, di Jakarta, kemarin.

Gandi merincikan penggunaan dana tersebut, sekitar US$ 100 juta untuk fatty acid dan sebesar US$ 300 juta digelontorkan untuk pabrik fatty alcohol. Menurutnya, proyek ini sudah berjalan dan diperkirakan akan siap beroperasi pada tahun 2015,”Semuanya sudah berjalan proyeknya dan diperkirakan untuk fatty acid akan selesai di kuartal ke III tahun 2014. Sedangkan untuk yang alcohol akan siap beroperasi di kuartal ke III tahun 2015," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Danai Pembangunan Pabrik - Chandra Asri Kantungi Pinjaman US$ 170 Juta

NERACA Jakarta – Ekspansi bisnis PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) terus agresif. Apalagi, bisnis perseroan makin leluasa setelah fasilitas…

Danai Bisnis Anak Usaha - Merdeka Copper Beri Pinjaman US$ 100 Juta

NERACA Jakarta –PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meningkatkan nilai fasilitas pinjaman dari US$…

Merck Dijatuhkan Sanksi Denda Rp 500 Juta

NERACA Jakarta – Keputusan PT Merck Tbk (MERK) merevisi pembagian dividen menuai pil pahit. Pasalnya, emiten farmasi tersebut mendapatkan sanksi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Jatim Masih Minim

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni menyebutkan, jumlah investor yang bertransaksi di pasar modal…

Public Trust Bakal Terganggu - Salah Pilih Anggota BRTI dari Salah Satu Operator

NERACA Jakarta - Pekan lalu, calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) menjalani seleksi pamungkas yaitu wawancara dengan…

Mandiri Lepas 8,39% Saham di Bank Mantap

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjual sebanyak 111.292.502 lembar saham atau 8,39% kepemilikan pada PT Bank Mantap kepada Taspen senilai…