Antam Akhiri Penambangan Pasir di Kutoarjo

NERACA

Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakhiri kegiatan penambangan pasir besi di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proses pengakhiran tambang di Kutoarjo ini dinilai sebagai bagian dari implementasi good mining practices. “Setelah lebih dari 25 tahun beroperasi, perseroan melaksanakan proses pengakhiran tambang di Kutoarjo sebagai bagian dari implementasi good mining practices.” kata Direktur Umum Antam, I Made Surata di Jakarta, Rabu (22/1).

Hal ini, menurut dia, juga merefleksikan komitmen perseroan untuk memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan, sejak awal kegiatan operasi hingga proses penutupan tambang dan pasca kegiatan tambang berakhir. Penambangan pasir besi di Kutoarjo yang dilakukan oleh Unit Per-tambangan Pasir Besi (UPPB) Kutoarjo mulai berproduksi tahun 1987, dan memasuki fase pascatambang pada tahun 2007.

Pada November 2013, kata dia, perseroan mengakhiri kegiatan pascatambang sesuai persetujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Pada fase pascatambang, perseroan menjalankan berbagai program pascatambang, yang meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi, serta Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Program-program tersebutdititikberatkan pada kegiatan peningkatan kapasitas petani dalam produksi pertanian, peternakan, dan perikanan terpadu serta dalam pengelolaan kelompok usaha bersama dan lembaga keuangan mikro/koperasi. Selain itu juga pengembangan program pertanian terpadu menggunakan metode Low External Input Sustainable Agriculture melalui pemanfaatan limbah, pengembangan kelembagaan kelompok usaha bersama dan koperasi, serta percontohan integrated farming system di lahan pasir.“Program-program tersebut merupakan salah satu upaya ANTAM untuk terus mengembangkan perekonomian di wilayah Kutoarjo untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kutoarjo.” tuturnya.

Sebelumnya, manajemen perseroan mengaku akan melakukan kegiatan pertambangan bauksit di wilayah Kalimantan Barat. Hal tersebut seiring berakhirnya penambangan bauksit di Kijang, Kepulauan Riau yang dilakukan perseroan. “Kegiatan penutupan dan pascatambang di tambang bauksit Kijang merupakan wujud penerapan Good Mining Practices.” kata Direktur Operasi PT Aneka Tambang Tbk, Tedy Badrujaman.

Selain penerapan Good Mining Practices, kata dia, perseroan juga berkomitmen untuk memberikan manfaat maksimal bagi stakeholders. Hal tersebut dilakukan sejak awal kegiatan operasi hingga proses penutupan tambang dan pasca kegiatan tambang berakhir.

Diketahui, tambang yang dinamakan setelah Gunung Kijang ini merupakan tambang yang mulanya dikelola oleh perusahaan Belanda, Naamloze Vennootschap Nederlandsch Indische Bauxit Exploitatie Maatschappij, yang telah diambil alih secara resmi oleh pemerintah. Selanjutnya, pengelolaan tambang tersebut diserahkan kepada perseroan di tahun 1968.

Kegiatan penambangan bauksit oleh perseroan di Kijang sendiri telah dihentikan sejak 22 September 2009. Namun, perseroan masih tetap menjalankan berbagai program pascatambang, yang meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi, serta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengelolaan lingkungan dan mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat setempat. (lia)

BERITA TERKAIT

PT Timah Akuisisi 25% Anak Usaha Antam - Kuras Dana Rp 3,75 Miliar

NERACA Jakarta – Dibalik polemik kebijakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tambang yang menimbulkan reaksi pro dan…

Laba Antam Diproyeksikan Rp 118,1 Miliar

Keberhasilan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) yang berhasil membukukan laba bersih di kuartal tiga 2017 sebesar Rp 164,6 miliar…

Antam Kuras Kocek Rp 1,32 Miliar - Ekplorasi Tiga Komoditas

NERACA Jakarta - Selain melakukan eksplorasi nikel dan emas,  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga berniat menambang komoditas bauksit. Dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…