Aset Jamsostek Mencapai Rp153 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Jamsostek (Persero) yang telah bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menutup akhir tahun 2013 berhasil membukukan aset mencapai Rp154 triliun. Jumlah tersebut meningkat 12% dibandungkan aset Jamsostek 2012 sebesar Rp137,5 triliun.

"Akhir 2012 kinerja keuangan meningkat semuanya dari aset, dana kelolaan, hasil investasi dan laba bersih," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya usai pertemuan konsolidasi dengan BPJS Kesehatan di Jakarta, kemarin.

Elvyn mengatakan, untuk dana investasi Jamsostek tahun 2013 yang berhasil direalisasikan mencapai Rp149,6 triliun. Dari jumlah tersebut hasil investasi yang berhasil diraih sebesar Rp14,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp2,3 triliun.

Untuk peserta aktif hingga akhr 2013 sebanyak 12,2 juta tenaga kerja aktif dan peserta jasa konstruksi sebanyak 2,4 juta tenaga kerja.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, sejak dibuka pendaftaran untuk peserta BPJS Kesehatan penambahan peserta dalam 20 hari mencapai 3,5 juta orang. Yang terbanyak adalah dari jaminan kesehatan Rakyat Aceh sebanyak 1,2 juta orang, KJS 2,1 juta dan peserta mandiri mencapai 200.000 orang. "Meski pendaftar cukup banyak, kantor cabang kita tetap bisa menghandle tidak kerepotan," jelas dia.

Mengenai pertemuan dengan BPJS Kesehatan, Elvyn menegaskan untuk tetap memberikan pelayanan yang optimal bagi peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) peserta eks Jamsostek di masa transisi Jamsostek ke BPJS.

Saat ini, lanjut dia, BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan komunikasi dengan manajemen BPJS Kesehatan agar pengalihan program kesehatan ke BPJS berjalan baik. Hal ini juga sebagai upaya untuk menjawab masalah di lapangan setelah menjadi BPJS.

Dalam forum tersebut tercapai empat kesepakatan. Pertama, BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan akan segera mengirimkan surat kepada fasilitas kesehatan pertama dan kedua yang sebelumnya bekerja sama dengan Jamsostek untuk memberikan fasilitas kepada JPk peserta eks Jamsostek. [kam]

BERITA TERKAIT

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…

Lagi, Maybank Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana menerbitkan obligasi senilai sekitar…

Perlu Kajian Matang - HOME Batalkan Divestasi Aset Anak Usaha

NERACA Jakarta – Emiten properti dan juga perhotelan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengurungkan rencana untuk melakukan divestasi atas…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Gubernur BI Rombak 18 Pejabat

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin, melantik 18 pejabat baru BI, di antaranya…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…