Saham Bank Of Singapore Di CMNP Jadi 16,88%

NERACA

Jakarta- Emiten operator jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memiliki pemegang saham baru dengan kepemilikan saham lebih dari 5%. Setelah Merah Putih International Limited, saham CMNP kini juga dimiliki BNYM S/A AS Cust of Bank of Singapore Limited yang mencapai 371.340.058, atau 16,88% saham dari jumlah sebelumnya sebesar 66.000.000, atau 3% saham.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/1). Disebutkan, selain adanya peningkatan jumlah kepemilikan saham atas pemegang saham perseroan tersebut, UBS AG Singapore S/A Reckson Limited yang juga tercatat menjadi pemegang saham mengurangi porsinya dari jumlah sebelumnya sebesar 44.340.058.000, atau sebesar 22,28% saham menjadi sebesar 185.000.000, atau sebesar 8,41% saham.

Diketahui, dalam pengembangan bisnisnya di tahun ini, perseroan berencana menyelesaikan proses akuisisi lahan di ruas tol Depok–Antasari. Pasalnya, hingga Desember 2013, Citra Marga baru berhasil menyelesaikan sekitar 60% dari total kebutuhan lahan yang mencapai 100 hektare (ha). Targetnya, pada April 2014 akuisisi lahan untuk pembangunan ruas tol Depok–Antasari diharapkan sudah dapat diselesaikan.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Citra Marga Nusaphala Persada, Indrawan Sumantri sebelumnya mengatakan sampai dengan Desember, perseroan sudah berhasil mengakuisisi lahan seluas 44 ha. “Akuisisi lahan ini merupakan strategi perseroan untuk mempercepat pembangunan ruas tol Depok–Antasari. Kita siapkan dana 350 miliar rupiah sama nanti ada alokasi dana dari pemerintah juga,” jelasnya.

Untuk mendanai ekspansi bisnisnya, perusahaan jalan tol ini pun berencana menerbitkan surat utang atau obligasi dengan skema umum berkelanjutan sebesar Rp 2 triliun. Nantinya dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan jalan tol Depok-Antasari, pembiayaan anak usaha dan perawatan jalan tol.

Selain untuk pembebasan lahan tol Depok-Antasari sekitar Rp 613,4 miliar, dana tersebut juga akan digunakan untuk pinjaman modal anak usaha PT Girder Indonesia dan perawatan tol Waru Juanda Surabaya, pelebaran Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT) dan tol Serpong-Balaraja.

Untuk proyek pelebaran ruas JIUT sendiri, menurut dia, akan menelan dana sekira Rp1,5 triliun. Pelebaran jalan ini dilakukan karena semakin meningkatnya arus kendaraan keluar masuk tol. Secara total kebutuhan dana untuk pengembangan JIUT Rp3,6 triliun, namun pada tahun depan baru dibutuhkan Rp 1,5 triliun,”Kalau ini bisa connected, akan paralel ke jagorawi bisa mengurai kemacetan-kemacetan. Itu usaha kami membantu pemerintah mengurai kemacetan yang saat ini terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk proyek tol Serpong-Balaraja akan mulai dilakukan 2014 dengan nilai proyek sekitar Rp 6 triliun dan akan dilakukan secara konsorsium. Untuk proyek ini, pihaknya sudah memenangkan Pra-Qualification (PQ), “Serpong-Balaraja kita menang PQ. Kita masih mengikuti prosesnya mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa closing,” katanya. (lia)

Related posts