Laju IHSG Ditopang Saham Tambang

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu kemarin, saham-saham pertambangan berada di zona hijau, setelah rilis kenaikan proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,7% yang berimbas pada terapresiasinya sejumlah harga komoditas memberikan tambahan positif pada IHSG.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, saham pertambangan menjadi naik setelah banyak aksi beli dilakukan investor. Selain itu, IHSG juga turut mendapat dukungan dari menguatnya saham-saham perdagangan dan konsumer seiring beredar spekulasi adanya musibah banjir akan meningkatkan permintaan akan barang-barang konsumen,”Tak ketinggalan, menghijaunya bursa saham Asia turut memberikan tambahan angin segar sehingga IHSG masih dapat menguat di tengah kekhawatiran adanya aksi profit taking”, ujarnya di Jakarta, Rabu (22/1).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4477,49 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4437,06 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4477,49. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Namun, meski IHSG terkesan membaik, laju rupiah justru masih melanjutkan pelemahannya seiring terdepresiasinya sejumlah mata uang regional setelah merespon kian dekatnya pemberlakuan pengurangan stimulus The Fed.

Di sisi lain, sejumlah sentimen juga turut menghalangi potensi kenaikan rupiah adalah keputusan BoE yang belum akan menaikkan suku bunga acuannya untuk mempertahankan pertumbuhan GDP nya sehingga berimbas pada turunnya pondsterling, rendahnya dolar Australia setelah rilis kenaikan harga konsumer yang lebih cepat dari perkiraan, dan turunnya yen setelah diadakannya pertemuan BoJ,”Di sisi lain, adanya penilaian negatif terhadap emas dari Morgan Stanley membuat laju dolar AS terus terapresiasi”, katanya.

Kenaikan sejumlah harga kontrak komoditas global turut memberikan sentimen positif pada laju bursa saham Asia dimana saham-saham komoditas menopang kenaikan. Adanya kabar dari hasil pertemuan BoJ yang masih akan melonggarkan kebijakannya, meski tidak jauh berbeda dari sebelumnya, membuat yen melemah dan dimanfaatkan untuk penguatan saham-saham eksportir,”Di sisi lain, pelaku pasar juga masih merespon aksi PBoC sebelumnya yang menambah likuiditas pada sistem keuangan Cina,”ujarnya.

Berikutnya, perdagangan Kamis (23/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4430-4465 dan resistance 4484-4492. Berpola menyerupai three white soldier dekati upper bollinger bands (UBB). MACD uptrend dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan uptrend.

IHSG sempat berada di kisaran target support (4429-4443) sekaligus sempat juga berada dan berakhir di kisaran target resisten (4465-4487). Utang gap 4435-4440 telah tertutupi. Tampaknya IHSG mencoba bertahan di zona hijau dengan memanfaatkan sentimen yang ada meski juga diterpa aksi profit taking.

Pertimbangan saham-saham adalah BMRI Spt8700-8800 Rst9000-9050|Tweezers bottom dekati UBB|Trd buy slm up8925, KLBF Spt1395-1400 Rst1425-1430|White marubozu. RSI bertahan uptrend|Trd buy slm up1410, INCO Spt2635-2655 Rst2760-2775|Three outside up dekati UBB|Trd buy slm up2740, CTRP Spt690-705 Rst735-745|Three outside up. RSI upreversal|Trd buy slm up710.

Lainnya PGAS 4645-4745|Trd buy slm up4715, UNTR 19700-21000|Trd buy slm up20900, AALI 21800-22250|Trd buy slm up22000, SCMA 2560-2645|Trd buy slm up2615, ITMG 25700-27000|Trd buy slm up26800. (nurul)

Related posts