Mentan Klaim Pasokan Pangan Aman - Distribusi Terkendala Banjir

NERACA

Jakarta – Tingginya curah hujan mengakibatkan beberapa daerah mengalami banjir, sehingga membuat arus lalu lintas dan jalur distribusi barang khususnya untuk sektor pangan lumpuh. Namun Menteri Pertanian yakin pasokan pangan terutama ke Jakarta pada level aman.

"Jalur Pantura kan bisa diantisipasi lewat jalan tengah apabila Pantura macet total karena banjir, jadi tidak ada masalah terhadap pasokan pangan ke Jakarta," ujar Menteri Pertanian Suswono saat berada di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Rabu (22/1).

Suswono mengklaim, seluruh stok pangan sampai saat ini dalam keadaan cukup, jadi tidak perlu dikhawatirkan ada kelangkaan"Beras, bawang, cabai, dan bahan pangan lainnya cukup, stok untuk saat ini aman," katanya.

Namun dampak banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus pemerintah."Walau stok cukup, tapi kalau akses tertutupkan sama saja tidak bisa dipasok, maka dari itu perlu ada koordinasi, untuk mengantisipasi hal itu. Apalagi ada pihak-pihak yang mencoba mendapatkan keuntungan terhadap banjir ini dengan menaikkan harga barang kebutuhan, ini yang kita antisipasi," jelasnya.

Suswono mengungkapkan, sampai saat ini stok beras di Bulog sangat banyak, sehingga jika terjadi kelangkaan beras, maka bisa langsung digelontorkan. Adapun terkait banjir yang banyak melanda beberapa daerah, dan hujan yang intensitasnya cukup deras dan merata, masalah produksi padi tidak ada masalah. Tahun lalu saja akibat bencana alam, salah yang mengalami puso hanya 0,6% dari 13,5 juta hektar lahan persawahan.

Stok beras di Bulog saat ini juga cukup banyak di atas 2 juta ton, jadi siap dilepas ke masyarakat jika ada gejolak harga. “Khusus untuk masyarakat yang terkena bencana alam dan harus mengungsi, masalah bukan pada stok pangan, melainkan karena bosan terlalu lama dipengungsian,” terangnya.

Dalam keterangan sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan suplai bahan makanan sudah mulai terganggu akibat adanya banjir di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk itu dia meminta Bulog melakukan intervensi ke pasar karena harga yang mulai naik. "Jangan menunggu perintah, ketika ada gangguan suplai langsung intervensi pasar," tegas Hatta.

Pemerintah memastikan stok bahan makanan mencukupi. Terganggunya pasokan makanan itu dikhawatirkan akan mendongkrak inflasi. Kendati demikan, Hatta menilai banjir yang terjadi saat ini tak sebesar seperti Thailand yang harus memindahkan industri otomotifnya ke luar negeri. "Thailand sempat memindahkan industri otomotif ke luar negaranya," tuturnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi sendiri menilai, kenaikan harga akibat banjir masih dalam batas normal. "Untuk Jakarta secara umum, harga bahan kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada pergerakan harga hanya sebesar 1%-3% dalam seminggu dan itu masih dalam kategori normal," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi kurangnya pasokan bahan kebutuhan pokok dan produk holtikultura, Bayu mengatakan bahwa Kemendag dan pihak-pihak terkait telah mengupayakan penyediaan stok pada pusat distribusi guna menjamin tidak terjadi kelangkaan pasokan. "Sedang kita siapkan sampai akhir Januari ini, kalau lebih dari itu (Januari), kita akan lakukan langkah dalam waktu seminggu sampai 10 hari kedepan," tandas dia.

Sedangkan menurut, Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan banjir merupakan kejadian rutin, sehingga pemerintah perlu memastikan pasokan bahan makanan tersedia. Pemerintah harus rajin melakukan pasokan pasar, mengecek apakah kenaikan harga karena permainan pedagang dengan alasan banjir atau karena pasokan yang kurang.

Related posts