Utang Indonesia Diatas Rp2.000 Triliun - Hingga Akhir 2013

NERACA

Jakarta - Lonjakan utang Pemerintah Indonesia terus meningkat bak tak terbendung. Berdasarkan catatan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki utang hingga akhir tahun 2013 mencapai Rp2.227 triliun.

“Utang ini belum termasuk defisit APBN 2014 sebesar Rp175,3 triliun,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Neraca, kemarin.

Kemudian Uchok juga menyatakan, dengan jumlah utang kumulatif yang sudah tinggi, utang defisit anggaran yang disengaja itu makin memberatkan rakyat. Asumsinya, setiap rakyat memiliki tanggungan mencapai jutaan terhadap lonjakan utang yang dimiliki pemerintah.

“Jika jumlah penduduk Indonesia tahun 2013 mencapai 255 juta, maka setiap penduduk memiliki utang sebesar Rp8,9 juta,” ujarnya. Dia pun menjelaskan, potensi utang pemerintah untuk bertambah dengan cepat masih tinggi. Hal ini dikarenakan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, pemerintah telah menandatangani delapan perjanjian pinjaman siaga dengan sejumlah donor seperti Bank Dunia, Asia Development Bank(ADB), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dan Pemerintah Australia.

Sehingga total pinjaman berstatus siaga itu mencapai US$10,5 miliar. “Sampai tahun pengelolaan 2012, pinjaman siaga baru dimanfaatkan sebesar 35 miliar yen (setara dengan US$350 juta) melalui penerbitan JBIC di pasar keuangan Jepang,” jelas Uchok. [mohar]

Related posts