BNI Memberikan Paket Bantuan Korban Bencana - Wujud Kepedulian

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk menunjukan kepedulian kepada korban bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada korban banjir di Jakarta, Banten dan Jawa Barat Jabar).

“Perseroan juga memberikan bantuan untuk pengungsi korban meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara, paket bantuan yang diberikan berupa mie instan, air mineral, biscuit, makanan bayi, telur, ikan kaleng atau sarden, makanan siap saji atau makanan kotak, minyak dan juga beras,” kata Tribuana di Jakarta, Selasa (21/1).

Tribuana juga menjelaskan, pendistribusian bantuan BNI telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Januari lalu. Di saat yang sama, perseroan memastikan untuk pengamanan atas outlet dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di daerah yang tertimpa bencana akan diawasi seaman mungkin. Sejauh ini BNI mencatat banjir telah menyebabkan sejumlah outletdan ATM terendam air, aliran listrik mati, dan akses menuju outlet atau ATM terhalang.

Sebelumnya tanggal 16 Januari lalu, BNI juga telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Manado. Bantuan itu berupa paket kebutuhan pokok, makanan, pakaian dan obat-obatan. Paket bantuan tersebut disalurkan ke 40 lokasi yang mengalami dampak bencana terparah. "Paket bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban para korban pada masa tanggap darurat mulai tanggal 16 Januari 2014," tutur Tribuana.

Dia mengatakan paket senilai masing-masing Rp 5 juta akan disalurkan secara bertahap hingga 14 hari pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hingga satu hari pasca bencana (H+1) telah disalurkan paket bantuan kebutuhan pokok maupun makanan siap saji yang dipusatkan di sejumlah tempat yaitu Kelurahan Perkamil Jl. Sapta Marga, Kelurahan Dendengan Dalam-Depsos, Kelurahan Kampung Bugis, Kelurahan Ternate Baru, Kelurahan Tikala Baru, serta Kelurahan Kanaan.

Tribuana menuturkan, layanan operasional BNI di Manado terganggu akibat banjir bandang tersebut. Dari total 116 ATM (anjungan tunai mandiri) di Kota Manado dan sekitarnya, 32 ATM berhenti operasi (offline). Kondisi tersebut terjadi karena ATM terendam air (16 ATM), pemadaman listrik (15 ATM), dan 1 ATM percobaan vandalisme.

Dari total 20 Outlet Layanan BNI Cabang Manado yang beroperasi di Kota Manado dan sekitarnya terdapat empat outlet tidak beroperasi yang terdiri atas satu outlet Kantor Layanan Nasabah (KLN) Kanaka karena kondisi rusak berat di banking hall akibat banjir mencapai 1,5 meter dan bahkan mencapai ± 2 meter di bagian luar outlet.

Dua outlet KLN Wanea dan KK Calaca saat ini dalam pembersihan dari kotoran akibat banjir sedalam ± 30 cm hingga 1 meter. Selain itu, satu outlet Pall Dua karena Jaringan Icon’s bermasalah. "Beberapa outlet dan ATM dilaporkan berhenti beroperasi, namun pelayanan kepada nasabah masih dapat dilakukan di outlet-outlet dan ATM terdekat lain yang terhindar dari bencana,” kata Tribuana. [syke]

Related posts