Jelang IPO, WIKA Beton Makin Agresif - Targetkan Kontrak Baru Rp 3,5 T

NERACA

Jakarta – Menjadi leader market di pasar penjualan beton di Indonesia atau sebesar 43%, menjadi komitmen PT Wika Karya Beton (WIKA Beton) untuk terus menjaga brand yang sudah dirintis dari awal dengan mengedepankan inovasi dan kualitas kepada pelanggan. Terlebih, sebelum mencatatkan sahamnya di pasar modal, WIKA Beton sangat agresif untuk membidik proyek-proyek mercusuar milik pemerintah ataupun perusahaan asing.

Direktur PT Wijaya Karya Beton, Entus Asnawi mengatakan, untuk memenuhi target produksi beton sebesar 2,2 juta ton pertahun, perseroan terus ekspansi membangun pabrik baru. Tidak hanya itu, perseroan juga membidik kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp 3,5 triliun, “Kontrak tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,7 triliun,”ujarnya di Jakarta, Selasa (21/1).

Kontrak baru tersebut, kata Entus, masih di dominasi proyek infrastruktur sebesar 60%, 15% dari power listrik dan properti serta tambang 10%. Oleh karena itu, program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan mendorong kontrak yang diraih perseroan. "Kontrak dalam negeri masih terus bertumbuh jika dilihat dari program MP3EI. Sekitar 95% kontrak kami dikontribusikan dari dalam negeri,”katanya.

Sementara terkait laba bersih yang akan diraih perseroan pada 2014, Entus belum bisa mengatakannya. Akan tetapi, sebelumnya perseroan mengincar laba bersih sebesar Rp280 miliar dan dapat mengoperasikan 11 pabrik hingga akhir tahun ini dengan total kapasitas 2,2 juta ton per tahun.

Selain itu, untuk memenuhi target produksi, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 525 miliar untuk membangun dua pabrik di Cilegon dan Lampung Selatan. Direktur PT Wijaya Karya Beton, Fery Hendriyanto mengatakan, dana pembangunan dua pabrik akan diperoleh dari kas internal perseroan dan hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offring (IPO), “Komposisinya belum bisa kami sebutkan, tapi yang jelas dari kas internal sebagian," kata Fery.

Dia menambahkan, pembangunan pabrik di Cilegon bekerja sama dengan Krakatau Steel Group dengan komposisi saham 60% WIKA Beton, 10% PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan sisanya 30% dimiliki PT Krakatau Engineering,”Investasi pabrik di Cilegon sebesar Rp175 miliar dan akan mulai berproduksi pada Juli 2014. Sementara kapasitas produksinya diperkirakan 100 ribu ton per tahun," ujar Fery.

Sedangkan untuk pembangunan pabrik di Lampung Selatan, kata Fery, memakan biaya sebesar Rp350 miliar dan pabrik ini akan dilengkapi dengan pelabuhan untuk mendistribusikan beton ke seluruh Indonesia. Untuk pabrik di Lampung Selatan dibangun oleh perseroan sendiri tampa ada kerjasama dengan pihak lainnya dan luas lahannya sebesar 80 hektar,”80 hektar dengan rincian, 60 hektar sudah dilengkapi material alam dan 200 ribu hektar untuk pelabuhan nantinya. Kita targetkan, akhir Agustus 2014 sudah bisa produksi 20 ribu ton per tahun untuk tahap satu,”paparnya.

Pabrik ini melengkapi sembilan pabrik yang sudah ada. Sebelumnya WIKA Beton baru saja mengoperasikan pabrik hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang, Mitsubishi Construction yang dibangun di Karawang, akhir tahun lalu. Pabrik ini dibangun untuk mengantisipasi pembangunan mass rapid transit (MRT) di wilayah Jakarta. Kapasitas produksi pabrik ini adalah 75 ribu ton per tahun. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…