Solusi Tunas Bangun 1.000 KM Serat Optik - Investasikan Dana US$200 Ribu

NERACA

Jakarta – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana membangun fiber optik sepanjang 1.000 kilometer di tahun ini yang diperkirakan menelan biaya US$200 ribu. Dalam merealisasikan pembangunan fiber optik tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun. Sumber pendanaannya akan berasal dari kas internal dan sindikasi pinjaman perbankan.

Sekretaris perusahaan PT Solusi Tunas Pratama Tbk Juliawati Gunawan mengatakan, porsinya berupa fasilitas pinjaman perbankan sebesar US$ 100 juta dan sisanya dari kas internal perseroan. Menurut dia, dana capex akan digunakan menambah kepemilikan tower dan fiber optik.

Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat permodalan anak usahanya yaitu PT BIT Teknologi Nusantara. Sedikitnya, perseroan menyuntikan modal ke anak usahanya senilai Rp500 miliar. Fasilitas pinjaman itu diharapkan dapat mengoptimalisasi sumber daya dan aset BIT Teknologi Nusantara. Perseroan memiliki penyertaan saham dalam BIT secara tidak langsung sebesar 99,95%.“Penguatan modal tersebut seiring dengan kegiatan bisnis utama BIT dibidang penyediaan, pengelolaan dan penyewaaan infrastruktur telekomunikasi fiber optik”, katanya di Jakarta, kemarin.

Perseroan berharap dapat mengoptimalkan sumber daya dan aset BIT dengan penambahan modal kerja tersebut. Diharapkan dapat menghasilkan keuntungan maksimal bagi perseroan. Itu sebabnya, perseroan mempunyai kepentingan guna memastikan usaha BIT berjalan baik.“Kami berharap tahun ini bisa memperoleh pendapatan Rp800 miliar. Dan, kami optimistis seiring dengan tren dunia telekomunikasi target itu dapat direalisasikan”, katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk Nobel tanihaha menyebutkan, pembangunan 1.000 kilometer fiber optik merupakan komitmen dalam memperkuat bisnis inti perseroan dibidang menara telekomunikasi.

Menurut dia, sebagai penguatan bisnis inti tersebut, perseroan juga mengincar bakal memiliki 1000 tower baru. Penambahan tower dilakukan dengan cara mengakuisisi ataupun membangun tower sendiri.

Dia menyebutkan, untuk 1 towernya, emiten menara telekomunikasi ini menyiapkan dana sekitar Rp1,3 hingga Rp1,4 miliar. Dana akuisisi atau membangun tower sendiri tersebut bersumber dari pinjaman perbankan dan dari kas internal perseroan.

Sementara itu, sampai dengan akhir Desember 2013 perseroan telah menyerap seluruh dana hasil right issue (PUT I) sebesar Rp644,10 miliar. Adapun penggunaannya adalah sekitar Rp252,70 miliar atau 39,2% telah terserap untuk pembelian menara telekomunikasi sebanyak 236 menara BTS.

Kemudian lanjutnya, sekitar Rp322,05 miliar atau 50% terserap untuk ekspansi usaha terkait dengan penambahan menara atau sites telekomunikasi, serta Rp69,35 miliar atau 10,8% terserap untuk modal kerja perseroan. (nurul)

Related posts