Ambil Untung Bayangi Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta Terbentuknya pola teknikal morning doji star memang memberikan potensi kelanjutan penguatan seperti yang diperlihatkan oleh IHSG yang lajunya masih mengalami kenaikan meski diterpa adanya aksi ambil untung.

Di sisi lain, kian dekatnya IHSG pada area overbought membuat lajunya mulai terbatas. Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, secara intraday perdagangan, laju IHSG cenderung sideways,”Sebagian pelaku pasar mencoba bertahan dengan memanfaatkan laju positifnya bursa saham Asia, masih adanya potensi kenaikan pada IHSG, dan rebound nya saham-saham komoditas seiring kenaikan tipis sejumlah kontrak komoditas”, katanya di Jakarta, Selasa (21/1).

Namun, dia menambhakan, di lain pihak sebagian pelaku pasar lainnya juga memanfaatkan kenaikan IHSG ini untuk take profit pada saham-saham yang sudah dekati area overbought sehingga membuat laju intraday IHSG masih variaitf.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4457,52 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4440,24 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4452,50. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.“Harapan kenaikan lanjutan atas rupiah kembali sirna setelah lajunya kembali terdepresiasi. Kembali berhembusnya pemberitaan akan pengurangan stimulus The Fed dalam pertemuan minggu depan memberi sentimen negatif”, ungkapnya.

Apalagi juga beredar rumor bahwa nantinya The Fed bukan hanya mengurangi pembelian obligasi senilai Rp10 miliar namun, Rp20 miliar atau lebih besar dari ekspektasi pelaku pasar. Di sisi lain, pelemahan rupiah sedikit terbatas karena diimbangi dengan kabar aksi PboC yang menginjeksi tambahan likuiditas pada sistem keuangan Cina dan kenaikan realisasi investasi dalam negeri 2013 sebesar 2,1% mencapai Rp398,6 triliun.

Kabar dari PboC yang menambah likuiditas ke sistem keuangan Cina sehingga berakibat pada turunnya yield acuan pasar uang dan dimulainya pertemuan BoJ untuk membahas review kebijakan moneter dimana pelaku pasar masih banyak berharap stimulus pemerintah Jepang terus dilanjutkan untuk menopang pertumbuhan ekonominya yang terhambat oleh tingginya deflasi memberikan angin segar bagi laju bursa saham Asia sehingga mampu berbalik menguat dari sehari sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (22/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4429-4443 dan resistance 4465-4487. Berpola menyerupai spinning dekati upper bollinger bands (UBB). MACD uptrend terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan uptrend.

IHSG dapat bertahan di kisaran target resisten (4450-4455) dan sempat melampaui tipis. Sekali lagi, IHSG meninggalkan utang gap 4435-4440. Meski masih ada daya beli untuk mempertahankan IHSG di zona hijau namun, peluang kenaikan sudah mulai terbatas.“Selalu mewaspadai adanya potensi pelemahan, diharapkan sentimen yang ada masih cukup terjaga sehingga IHSG tidak terjadi sell off secara masif”, katanya. (nurul)

Related posts