Metropolitan Targetkan Penjualan Rp 1,15 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun ini menjadi tahun terberat bagi industri properti karena bakal terjadi perlambatan ekonomi, tetapi tidak mempengaruhi bisnis PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Tak pelak, sepanjang tahun ini perseroan membidik penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,15 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo mengatakan, angka tersebut dikontribusikan dari semua lini bisnis perseroan, terutama dari pusat perbelanjaan, perumahan-perumahan menengah, serta perumahan menengah bawah seperti Metland Cileungsi, Metland Transyogi dan Metland Cibitung, “Untuk total marketing sales kami bulan Desember tahun 2013 lalu sebesar Rp955 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga berencana membangun pusat perbelanjaan di wilayah Cileungsi, Jawa Barat. Menurut Olivia, untuk pembangunan tahap pertama, proyek tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar (ha) dari total tanah seluas 7 ha,”Proyek ini senilai Rp200 miliar, di luar lahan. Sebagian besar (dana proyek) masuk capex tahun depan,” katanya.

Dia menjelaskan, apabila pembangunan proyek ini berjalan lancar, maka tahun 2015 mendatang perseroan akan memiliki dan mengoperasikan tiga pusat perbelanjaan yang tersebar di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Rencana ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk mengenjot pendapatan dari segmen pendapatan berulang. Selain pusat perbelanjaan, perseroan juga akan segera merilis beberapa bujet hotel yang terletak di wilayah Cirebon, Tambun dan Lampung,”Tahun ini untuk hotel kami baru confirm membangun Metland Hotel Lampung. Kami juga baru grand opening Metland hotel Cirebon pada 10 Januari lalu,”paparnya.

Selain itu, ditahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp660 miliar. Nantinya, sekitar Rp350 miliar dari dana capex akan digunakan untuk sejumlah proyek baru yang dalam tahap penyelesaian, seperti M-Gold Tower dan extension Hotel Horison Bekasi serta yang akan dibangun pada tahun ini seperti Metland Hotel Lampung dan Metropolitan Mall Cileungsi.

Sedangkan sekitar Rp205 miliar akan digunakan untuk infrastruktur dan capex existing project. Sementara sisanya sebesar Rp105 miliar untuk akuisisi lahan. Disamping itu, perseroan juga berencana membangun pusat perbelanjaan di wilayah Cileungsi, Jawa Barat.

Menurut Olivia, untuk pembangunan tahap pertama proyek tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar (ha) dari total tanah seluas 7 ha,”Proyek ini senilai Rp200 miliar, di luar lahan. Sebagian besar (dana proyek) masuk capex tahun depan,” kata dia.

Direktur Utama Metropolitan Land Nanda Widya pernah bilang, bila keseluruhan proyek hotel ini selesai dibangun, maka perseroan akan dapat memiliki 500 unit kamar. Diperkirakan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan hotel baru dan pengembangan Hotel Horison Bekasi mencapai Rp160 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…