Tiga Investor Kepincut Semen Indonesia - Bikin Perusahaan Joint Venture

NERACA

Jakarta – Menjadi leader market di Indonesia dengan kapasitas produksi yang besar dan ditambah lagi dengan brand yang kuat, banyak perusahaan asing dan luar negeri kepincut dengan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) untuk membikin perusahaan patungan. Setidaknya, sudah ada tiga investor yang sudah menyatakan minatnya mengajak PT Semen Indonesia Tbk membangun pabrik semen di Indonesia dalam bentuk perusahaan joint venture.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Sutjipto mengatakan, saat ini perseroan tengah menimbang ajakan tersebut dan diharapkan sebelum akhir tahun, perseroan telah memutuskan apakah menerima tawaran tersebut atau tidak, “Kita telah menerima tiga proposal pembentukan perusahaan joint venture dari investor dalam dan luar negeri dan masih mengkaji. Masing-masing investor berencana membangun satu pabrik semen di Indonesia,”ujarnya di Jakarta, Selasa (21/1).

Dia menjelaskan, dalam kajian tersebut pihaknya akan menitikberatkan berbagai kelebihan yang dimiliki investor tersebut. Sehingga, diharapkan ketika perusahaan joint venture terbentuk bisa meningkatkan nilai dari investasi yang ditanam perseroan.

Hingga saat ini, perseroan telah memiliki empat pabrik semen, yaitu tiga lokasi di Indonesia yakni Semen Padang, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi. Sementara, di luar negeri, perseroan memiliki Thang Long Cement di Vietnam. Perseroan memiliki cement mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit. Serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan masih berniat mengakuisisi perusahaan semen asal Myanmar dan Bangladesh. Direktur Keuangan PT Semen Indonesia Tbk, Ahyanizzaman pernah bilang, pihaknya tetap berniat mengakuisisi perusahaan semen di Myanmar dan Bangladesh untuk memperkuat pasar penjualan di Asia Tenggara. Namun sayangnya, rencana tersebut belum bisa dilakukan karena belum ada kesepakatan harga, “Proses akuisisi atau pembentukan perusahaan patungan dengan pihak Myanmar masih belum dapat dilakukan, karena belum adanya kesepakatan dalam investasi dengan beberapa mitra yang dijajaki,”ujarnya.

Ditahun ini, perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp25,9 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 20% jika dibandingkan dengan pendapatan pada 2013 yang diperkirakan mencapai Rp21,6 triliun,”Kami optimis pendapatan perseroan masih tumbuh di atas 20%, jika dibandingkan dengan pendapatan sepanjang tahun sebelumnya,”ujarnya.

Menurutnya, dengan meningkatnya pendapatan tersebut, perolehan laba bersih perseroan pun diperkirakan juga dapat tumbuh sebesar 10% pada 2014. Sementara, target laba bersih hingga akhir 2013 sebesar Rp6,35 triliun, maka dengan demikian laba bersih hingga akhir tahun ini diproyeksikan mencapai angka Rp7,62 triliun. Kata Ahyanizzaman, untuk laba bersih hingga akhir tahun ini ditargetkan masih akan tumbuh di atas 10%. Jika, pertumbuhan industri semen nasional masih 6%, mungkin kami bisa sampai 15%,” tegas Ahyanizzaman. ‪

Sebagai catatan, laba bersih Semen Indonesia hingga kuartal ketiga 2013 telah mencapai Rp3,91 triliun, didukung perolehan pendapatan yang mencapai sebesar Rp17,39 triliun pada periode tersebut. Kemudian untuk produksi, lanjut Ahyanizzaman, perseroan menargetkan kenaikan produksi sebesar 10%, atau tembus hingga 31 juta ton dari capaian akhir 2013 yang tercatat 27,95 juta ton.

Maka untuk mendukung kenaikan itu, pihaknya memiliki 15 "packing plant". Dimana keberadaan packing plant akan terus di tingkatkan hingga 30 packing plant pada 2016 dengan harapan bisa mendukung kenaikan produksi. (bani)

Related posts