Sentra Logistik Rogoh Kocek Hingga US$ 2,5 Juta - Luncurkan Fasilitas Jasa Angkutan Barang Kereta Api

NERACA

Jakarta - PT Sentra Logistik mengumumkan pembukaan fasilitas jasa angkutan barang kereta api senilai US$ 2,5 juta di Cikarang Dry Port, Jawa Barat. Beragam fasilitas yang dikelola oleh PT Sentra Logistik termasuk international forwarding, supply chain management, offshore logistics base, project cargo & heavy lift, dan transportasi domestik. Sementara untuk terminal atau stasiun Cikarang dikelola oleh Cikarang Dry Port (CDP) serta fasilitas dan infrastruktur rel kereta api dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Pembukaan layanan baru ini adalah salah satu strategi paling penting yang telah kami putuskan untuk tahun 2014 dan tahun-tahun selanjutnya,” ujar Wahyu Jatmiko, CEO PT Sentra Logistik, Selasa (21/1).

Wahyu menjelaskan, layanan baru tersebut memberikan kemudahan layanan satu atap (one stop services) untuk para pelaku industri dalam memenuhi kebutuhan distribusi dan logistik secara cepat untuk intermodal internasional dan nasional, termasuk layanan satu hari sampai (over night services) dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya.

"Layanan-layanan tersebut diproyeksikan untuk melayani tren pertumbuhan yang terus meningkat di industri distribusi dan logistik di Tanah Air, dan merupakan bagian dari komitmen Logisticplus untuk mempertahankan basis layanan distribusi dan logistik yang kuat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara," ungkap Wahyu.

Esa Wiguna, GM Sales & Corporate Development PT Sentra Logistik, menambahkan, pengumuman hari ini menunjukkan peran penting jasa angkutan barang kereta api dalam mempercepat laju bisnis lokal, regional, dan internasional di Indonesia. “Terutama dalam mendistribusikan dan mempertahankan suplai dan permintaan dari beragam jenis barang.” katanya.

Adapun untuk memberikan layanan terbaik, PT Sentra Logistik memanfaatkan aplikasi teknologi informasi canggih yang diberi nama WorldPlus Supply Chain Platform dan Cargowise. "Aplikasi-aplikasi tersebut diantaranya akan menjamin layanan secara real time hingga integrasi sistem dan aliran data," ujar dia.

Esa menjelaskan dengan teknologi data, jasa angkutan untuk barang kereta api bisa lebih cepat dalam laju bisnis lokal, regional, dan internasional di Indonesia. "Terutama dalam mendistribusikan dan mempertahankan stok dan permintaan dari beragam jenis barang," ungkap Esa.

Layanan terbaru jasa angkutan barang dengan kereta api dari PT Sentra Logistik juga memiliki kontribusi dalam hal mengurangi beban jalur pantura yang sudah padat selama ini. Tercatat sebanyak 23 juta kontainer yang diangkut melalui kereta api selama tahun 2013 dan diproyeksikan pada tahun 2020 akan menjadi 60 juta kontainer.

Dengan pertumbuhan angka tersebut, PT Sentra Logistik ingin mengambil peranan penting dalam mewujudkan terciptanya target tersebut sekaligus membantu pemerintah memelihara jalur pantura setiap tahunnya.

Dalam kesempatan yang berbeda Ekonom Senior Bank Dunia Vivi Alatas mengatakan untuk memperbaiki kualitas daya saing usaha di Indonesia, salah cara yang harus dilakukan yaitu dengan mengurangi biaya logistik yang harganya bisa lebih mahal dibandingkan negara lain. “Kalau kita lihat biaya angkut logistik di indonesia itu mahal bisa dua kali lebih tinggi dari negara tetangga seperti Malaysia," kata.

Pihaknya juga menilai Indonesia tidak lebih baik dari negara-negara di kawasan Asia lainnya. Seperti Bangladesh yang hanya 20% dari biaya logistik di Indonesia. Kemudian China, Vietnam dan Thailand yang berada di bawah Indonesia. “Paling tidak beda jauh dengan Filipina, ya itu pun bedanya juga sangat tipis. Kita kan inginkan perbedaan itu tampak mencolok dengan negara yang lebih baik, dan harusnya kita bisa kan,” jelasnya.

Vivi menambahkan kondisi dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan kompetitif usaha. Secara sistematis, ini akan berlanjut kepada ketersediaan lapangan kerja. "Kalau biaya logistiknya tinggi, kan akan semakin sulit harus menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang lain," ujarnya.

Kedepan Vivi mengharapkan pemerintah ikut serta untuk menyelesaikan persoalan ini. Terutama dalam membangun infrastruktur dasar dan penunjang usaha. "Ya itu kan harusnya ada upaya pemerintah membangun infrastruktur dan kelancara transportasi. Biar biaya logistiknya tidak terlalu mahal," pungkasnya.

Related posts