Anak Mengalami Kejang - Bisa Jadi Mengalami Serangan Stroke

Bayi atau anak tiba-tiba mengalami kejang dan salah satu lengan atau kakinya, bergetar kencang? Hati-hati, bisa jadi, mengalami serangan Stroke.

NERACA

Stroke, yakni keadaan berhentinya aliran darah ke otak, biasanya menyerang orang dewasa terutama yang memiliki riwayat penyakit diabetes, jantung dan hipertensi.

“Stroke ini awam diketahui sebagai tersumbatnya pembuluh darah. Akan tetapi, anak-anak, bahkan bayi yang belum lahir pun, bisa terkena serangan stroke,” tutur Dr. Sukono Djoyoatmodjo, specialist saraf dan kepala Unit Stroke RSPJ, saat ditemui di RS Premier Jatinegara, Jakarta, Senin (20/1).

Sukuno mengatakan, stroke pada bayi yang belum lahir atau disebut stroke perinatal, paling sering terjadi antara minggu ke-28 kehamilan, dan satu bulan setelah kelahiran. Penyebab stroke ini antara lain karena bayi tidak mendapat oksigen yang cukup sewaktu proses persalinan.

Menurutnya menentukan penyebab stroke pada anak sangatlah sulit. Jika pada anak mengalami stroke, dokter mungkin tidak memiliki jawaban yang pasti. Sebab, sekitar sepertiga dari semua stroke yang terjadi pada masa kanak-kanak tidak berhubungan dengan penyakit, kondisi, atau cedera yang diketahui meningkatkan risiko stroke seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa.

Namun, stroke pada bayi dan anak-anak, biasa disebut sebagai stroke iskemik, yakni kondisi medis yang ditandai dengan terganggunya aliran darah ke dalam otak akibat dari sumbatan pada pembuluh darah di dalam otak oleh gumpalan darah.

Menurutnya terdapat dua tipe dari stroke iskemik yakni stroke trombotik dan stroke emboli. Stroke trombotik terjadi karena sumbatan pada arteri yang menyempit oleh gumpalan darah yang terbentuk dari plak pada tempat tersebut, sedangkan stroke emboli terjadi karena sumbatan pada arteri yang menyempit oleh gumpalan darah yang berasal dari bagian lain pada tubuh.

Penyebab stroke iskemik pada bayi dan anak-anak antara lain: kekurangan oksigen selama kelahiran, cacat jantung hadir pada saat lahir, kelainan darah seperti anemia sel sabit, penyakit yang menghancurkan sel-sel darah dan blok pembuluh darah, cedera pembuluh arteri (pembuluh darah yang membawa oksigen) di otak, dehidrasi, kelainan genetik, infeksi, seperti meningitis atau cacar dan masalah-masalah tertentu yang mempengaruhi ibu selama masa kehamilan juga dapat menyebabkan bayi memiliki stroke iskemik sebelum, atau setelah lahir.

Contoh masalah-masalah tertentu pada ibu hamil tersebut adalah, keadaan preeklampsia (tekanan darah tinggi selama kehamilan yang dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, dan kaki), pecahnya ketuban yang terlalu dini, diabetes,infeksi, penyalahgunaan narkoba dan plasenta bermasalah yang mengurangi pasokan oksigen kepada bayi.

Apa tanda-tanda seorang bayi atau anak, terserang stroke? Tanda-tanda stroke pada bayi biasanya, berupa kejang pada satu area tubuh seperti lengan atau salah satu kaki, kemudian mengalami kesulitan dalam bernapas atau jeda bernapas dan kelambatan saat merangkak, berguling.

Sedangkan tanda-tanda stroke pada anak-anak, seringkali mirip dengan tanda-tanda serangan stroke pada orang dewasa, yakni mendadak lemah, berbicara melantur, dan penglihatan kabur. Efek ini bervariasi tergantung pada usia anak dan jumlah kerusakan sel-sel otak akibat stroke.

“Anak-anak yang mengalami stroke perinatal sering tidak menunjukkan tanda-tanda stroke sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian. Dalam beberapa kasus, mereka berkembang secara normal, tetapi soal kecepatan bertumbuh, mereka lebih lambat dibandingkan anak-anak yang lain,” tuturnya.

Mereka juga cenderung membebankan aktivitas pada satu tangan saja. Anak yang menderita stroke perinatal yang sangat serius, akan mengalami cedera otak dan kejang. Tingkat keparahan kejang dapat bervariasi, mulai dari anak hanya menatap ke langit-langit dan satu lengan atau satu kakinya gemetar begitu kencang.

Anak-anak ini juga bisa mengalami kelumpuhan mendadak (ketidakmampuan untuk bergerak) atau kelemahan pada satu sisi tubuh, tergantung pada daerah otak yang terpengaruh serangan stroke dan jumlah kerusakan yang menyebabkan stroke.

Related posts