Kemenkes: Waspadai Penyakit Pasca Banjir

NERACA

Intensitas hujan yang tinggi tidak hanya menyebabkan banjir,melainkan juga memicu berbagai penyakit menular. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengingatkan petugas kesehatan dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai serta mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular yang kemungkinan bisa terjadi pascabencana banjir di Jakarta.

"Walaupun itu belum terjadi, tetapi tetap harus diwaspadai karena kemungkinan bisa muncul baik pada saat bencana maupun pascabencana. Biasanya yang sering muncul seperti diare,demam berdarah,kolera,leptosporosi,tifus,ispa," kata Nafsiah, di Jakarta,, belum lama ini.

Menkes mengatakan, KLB tetap harus diwaspadai sebab sejumlah masyarakat telah menderita penyakit kronis ditambah stress menghadapi bencana,sehingga rentan jatuh sakit. KLB sering muncul pada masa bencana dan berkembang menjadi bencana berikutnya.

"Terutama bagi anak-anak sebisa mungkin menyediakan permainan yang edutaiment untuk mencegah mereka terlalu lama bermain di banjir dan rentan terpapar berbagai penyakit menular," pungkasnya.

KLB pascabencana,kata Menkes,terakhir dilaporkan pada tahun 2007 yaitu diare di Koja,Jakarta Utara. Menurutnya, KLB pascabanjir biasa terjadi karena sampah. Karena itu para petugas kesehatan diimbau untuk mengorganisasi masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah terpapar berbagai penyakit. Sebab,kata Menkes,semua penyakit berteman dengan jorok. Semakin jorok individu seseorang semakin banyak bibit penyakit. Sejauh ini penyakit yang paling banyak muncul adalah batuk dan pilek.

Petugas surveilens epidemiologi juga diminta untuk memantau ketersediaan air minum dan mengawasi higienitas sanitasi,terutama pada saat mengolah dan menyajikan makanan untuk mencegah KLB keracunan makanan.

Tim siaga bencana ini terdiri dari dokter, perawat, apoteker, asisten apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Tim ini merupakan batch kedua, yang berfokus kepada penanganan masalah kesehatan pascabencana, penyakit pascabanjir seperti gatal kulit, flu, batuk, diare, ispa, bahkan leptospirosis. Selain itu, juga menyentuh rehabilitasi korban secara psikologis.

Kepada tim ini Menkes mengimbau agar tetap bekerja dengan professional sesuai standar, prosedur, dan aturan yang berlaku dalam membantu korban bencana banjir, serta tetap menjaga kesehatan diri sendiri.

"Sejauh ini ketersediaan obat-obatan,termasuk serum antibisa ular masih tersedia. Selain itu ada 136 posko kesehatan, dan semua rumah sakit pemerintah serta puskesmas di wilayah DKI,termasuk Jawa Barat disiagakan 24 jam," kata Menkes.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dien Emawati,mengatakan,mengantisipasi bencana banjir susulan pihak masih siaga 24 jam hingga intensitas hujan berkurang.

"Posko kesehatan dan jajaran saya tetap disiagakan 24 jam,walaupun nanti ada liburan. Gubernur sudah menginstruksikan agar tiga komponen petugas siaga di tempat, yaitu kesehatan,sosial dan tim evakuasi," katanya.

BERITA TERKAIT

Salurkan Dana Bantuan Pasca Gempa - XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali…

Waspadai Ekspansi Bisnis Alipay

Masuknya alat transaksi non-tunai (e-money) Alipay dan WeChat ke Indonesia sepintas terlihat seperti gejala praktik bisnis biasa-biasa saja di tengah…

Pasca Diakuisisi SMBC - BEI Dorong BTPN Penuhi Free Float Saham

NERACA Jakarta – Pasca rampungnya proses akuisisi dan penggabungan usaha PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dengan Sumitomo Mitsui Bank Corporation…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…