Lautan Luas Suntik Modal US$ 22,3 Juta - Danai Ekspansi Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Emiten bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mengucurkan dana senilai US$22,3 juta untuk perluasan kapasitas produksi anak usahanya PT Lautan Natural Krimerindo (LNK).

Direktur PT Lautan Luas Tbk Lanny Adonan dalam keterangan resmi perseroan mengatakan bahwa anak usahanya akan meningkatkan kapasaitas produksi krimernya menjadi 40 ribu ton per tahun dari 21,6 ton tahun ini atau naik 90% sehingga membutuhkan dana,”LNK merupakan perusahaan yang memprodusi krimer untuk industri makanan dan minuman. Prospek pasar LNK saat ini masih sangat besar. Saat ini perseroan telah memiliki area seluas 3,5 hektar, nantinya LNK perlu memperbesar pabriknya untuk dapat memenuhi target penjualan”,jelasnya.

Disebutkan bahwa anak usaha yang berdiri pada 2010 itu sudah mulai memproduksi komersial krimer untuk industri makanan dan minuman sejak 1 September 2012. Pabrik yang berada di Jawa Timur tersebut memproduksi krimer dengan bahan baku dari glucose dan hydrogenated palm kernel oil yang 90% berasal dari dalam negeri.

Perseroan menargetkan 50% dari total produksi pabrik tersebut akan dieskpor, sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Adapun, produk tersebut telah diekspor ke beberapa negara Asia. Perseroan memang sedang agresif untuk meningkatkan modalnya di anak-anak perusahaannya. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mencari peluang investasi di pasar domestik dan internasional. Namun, langkah-langkah ini belum memberikan pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan.

Hingga November 2013, perusahaan telah menginvestasikan Rp282,15 miliar kepada anak perusahaannya. Karena sebagian dari penyertaan itu bukan berupa kas, maka dengan posisi kas sebesar Rp122,37 miliar perusahaan tetap mampu membayar utang bank sebesar Rp3,95 triliun. Akan tetapi penyertaan ini belum membuahkan hasil yang nyata dalam kinerja perusahaan sampai dengan kuartal ketiga 2013. Pertumbuhan pendapatan masih negatif 11,1% menjadi Rp 4,22 triliun dan pertumbuhan laba bersih juga negatif 3,9% di Rp 51,91 miliar. Ini membuat marjin laba bersih Lautan Luas tipis di 1,2% dan ROE di 5,3%.

Diharapkan dengan masuknya perusahaan ke industri-industri seperti makanan alami, pengolahan limbah, dan produk berbasis sulfur, kinerja ini dapat ditingkatkan karena ekspektasi permintaan yang besar. Tapi, secara jangka panjang, perseroan telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di semua sektor pendapatannya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh struktur pendanaan yang seimbang antara ekuitas dan liabilitas. Rasio liabilitas jangka panjang terhadap ekuitas cukup rendah yaitu 0,81x dengan total utang tidak sampai Rp1 triliun. Sementara itu kemampuan membayar utang cukup tinggi, mencapai 2,23 kali. (nurul)

BERITA TERKAIT

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

Mengadopsi Kesuksesan di Jepang - OJK Inisiasi Nabung Saham Bagi Anak-Anak

NERACA Jakarta – Perluas basis investor domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus giat melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal dan…

Berikan Kejelasan Bagi Investor - OJK Ganti Rugi Korban Pelanggaran Pasar Modal

NERACA Jakarta – Meskipun di indutri pasar modal sudah memiliki lembaga yang melindungi dana nasabah atau Indonesia Securities Investor Protection…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…