Pefindo Beri Peringkat Negatif Untuk Antam - Dampak Larangan Ekspor Biji Mineral

NERACA

Jakarta – Keputusan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang larangan ekspor bijih mineral sebagai turunan dari UU Minerba mendapatkan respon pro dan kontra lantaran dampaknya terhadap industri mineral. Hal ini pula yang menyebabkan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi negatif.

Informasi tersebuut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Yogie Perdana mengatakan, hal itu dipicu pelaksanaan larangan ekspor bijih mineral, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1/2014, yang sudah efektif pada 12 Januari 2014,”Kami meyakini peraturan tersebut memeiliki dampak negatif terhadap ANTM, mengingat penjualan nikela dan bijih bauksit menyumbang lebih dari 33 persen dari total pendapatan perusahaan hingga kuartal III/2013," kata dia.

Sebagai informasi, Pefindo memberikan peringkat idAA- kepada PT Aneka Tambang Tbk dan Obligasi I/2011 senilai Rp3 triliun pada credit watch dengan implikasi negatif. Lebih lanjut, kata Yogie, hal tersebut secara signifikan dapat mengurangi profitabilitas dan arus kas perusahaan di tengah meningkatnya posisi leverage perusahaan untuk membiayai proyek ekspansi pabrik pengolahan feronikel (FeNi).

Karena itu, dia menuturkan, Pefindo akan memantau kinerja perusahaan selama tiga bulan ke depan. Menurut dia, peringkat akan diturunkan jika larangan tersebut berlanjut dalam periode tersebut, yang secara signifikan dapat menurunkan profitabilitas dan arus kas perusahaan,”Peringkat juga bisa berada di bawah tekanan jika harga komoditas terus turun dan jika proyek ekspansi perusahaan yang dibiayai dengan utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan," ujar dia.

Perusahaan tambang pelat merah ini menghasilkan bijih nikel dan feronikel, emas, bauksit dan batu bara. Kepemilikan saham pemerintah di perusahaan ini mencapai 65% dan sisanya 35% dimiliki publik. Belum lama ini, Antam membuka kantor perwakilan di Shanghai, China. Alasannya, guna menunjang dan memperluas kegiatan pemasaran produk-produk perseroan.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Tato Miraza pernah bilang, pembukaan kantor perwakilan di Shanghai dapat memperluas kegiatan pemasaran komoditas yang diproduksi perseroan, seperti feronikel, alumina dan batu bara,”Selain itu, kantor perwakilan Shanghai akan mempermudah dan mempercepat akses terhadap kesempatan kerja sama dan pencarian peluang pendanaan dari China,”ujarnya.

Dia menjelaskan, kantor perwakilan Shanghai tersebut akan berperan sebagai kantor perwakilan pemasaran di wilayah China. Diharapkan kantor perwakilan tersebut mempermudah kesempatan kerja sama, termasuk di bidang teknologi dengan perusahaan-perusahaan China dalam mengembangkan cadangan dan sumber daya perseroan melalui pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian di Indonesia. Kantor perwakilan di China merupakan kantor perwakilan Antam kedua di luar negeri. Perseroan sebelumnya telah membuka kantor perwakilan di Tokyo, Jepang. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…