Vakantiebeurs 2014 - Kenalkan Indonesia Hingga ke Negeri Kincir Angin

Vakantiebeurs 2014 menjadi salah satu tempat Indonesia mempromosikan beragam potensi pariwisatanya dalam acara bursa pariwisata internasional terbesar di Belanda ini. Mengambil tempat di Jaarbeurs Utrecht, Belanda, pameran ini berlangsung pada 14 hingga 19 Januari 2014. Selain untuk berpromosi juga demi mengembangkan hubungan bisnis baru di bidang pariwisata. Vakantiebeurs yang diselenggarakan selama enam hari itu terbagi dalam dua segmen, yaitutrade show(untuk khusus industri) danconsumer day(untuk masyarakat umum).

Belanda sendiri merupakan salah satu pasar penting di Eropa penyumbang wisman ke Indonesia. Wisman asal negeri Belanda ke Indonesia pada Januari-Agustus 2013 jumlahnya mencapai 101.735 wisman, naik 2,14 persen dari 2012 sebesar 99.601. Pada 2014 ditargetkan 190.000 wisatawan asal Belanda berwisata ke Nusantara.

Untuk itu, dalam promosi di Vakantiebeurs, promosi ditekankan pada beragam destinasi pariwisata baru yang menarik di Indonesia. Hal tersebut dipadukan dengan minat khusus, yakni wisata budaya dan sejarah, wisata alam dan ekowisata, wisata olahraga rekreasi, wisata kapal pesiar, wisata kuliner dan belanja, wisata kesehatan dan kebugaran, serta fasilitas pertemuan atau konvensi atau MICE.

Indonesia sendiri dalam pameran Vakantiebeurs menampilkan paviliun yang bertema "Phinisi dan Kuliner" mengambil tempat di Hall 4 No. C 066. Pavilliun tersebut mencerminkan budaya Indonesia dengan memadukan unsur tradisional dan modern serta menonjolkan destinasi unggulan yang diminati pasar Belanda. Di dalamnya terpampang gambar beragam destinasi seperti Kalimantan Selatan, Sumbawa, Bali, Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di Jawa Tengah.

Selain mempromosikan destinasi pariwisata, disajikan juga 30 ikon kuliner khas Nusantara yang akrab di lidah masyarakat Belanda. Adapun 30 ikon kuliner tradisional diantaranya seperti nasi tumpeng, ayam panggang bumbu rujak Yogyakarta, gado-gado Jakarta, nasi goreng kampung, serabi Bandung, sarikayo Minangkabau, es dawet ayu Banjarnegara, urap sayuran Yogyakarta, sayur nangka kapau, lunpia Semarang, dan nagasari Yogyakarta.

Tidak ketinggalan pula kue lumpur Jakarta, soto ayam Lamongan, rawon surabaya, asinan jakarta, dan sate ayam Madura, sate maranggi Purwakarta, klappertaart Manado, tahu telur Surabaya, sate lilit Bali, rendang Padang, orak-arik buncis Solo, pindang patin Palembang, nasi liwet solo, es bir pletok jakarta, kolak pisang ubi Bandung, ayam goreng lengkuas Bandung, laksa Bogor, kunyit asam Solo, dan asam padeh tongkol Padang.

Di paviliun Indonesia untuk menarik perhatian pengunjung dihadirkanaugmented realityberupa Video Raja Ampat dan 3D Kapal Phinisi. Di Paviliun Indonesia juga digelarmedia workshopselama dua jam dengan mengundang 100 journalist Belanda dan Internasional di Juliana Restaurant, Amsterdamsestraatweg Utrecht. Acara tersebut disisipkan dengan pertunjukan kesenian dan penampilan Solo Batik Karnival.

Related posts