Menikmati Pemandangan Indah Kokas Dengan Perahu

Mengunjungi kota Kokas pastilah belum lengkap rasanya bila tidak berkeliling menyusuri kota Kokas lewat jalur air. Menyusuri kota Kokas lewat jalur air memang memiliki pengalaman tersendiri, keindahan pemandangan kota. Keindahan alam yang masih alami tidak henti-hentinya menyambut lewat kanan dan kir. Pemandangan tidak biasa akan kita dapatkan saat berlibur disini, pemandangan yang tidak akan kita dapatkan di perkotaan.

Kokas bukanlah kota yang sangat besar sehingga diperlukan transportasi dalam kota yang khusus. Lagi pula, sesuatu yang menjadi daya tarik di Kokas bukan berada di dalam kota pada umumnya. Untuk menuju ke beberapa daya tarik wisata di Kokas, sudah dapat dipastikan transportasi laut menjadi penting. Anda bisa mendatangi toko terdekat dan bertanya kemana harus menyewa perahu atau menanyakan siapa yang bisa mengantar Anda untuk berkeliling di perairan Kokas.

Perahu longboat (biasa diucapkan menjadi ‘lombot’ oleh masyarakat setempat) biasa dimiliki oleh nelayan setempat.Speed boatmungkin dapat ditemukan dan biasanya dimiliki oleh ‘perusahaan’. Masyarakat mengatakan ‘perusahaan’ untuk menunjukkan pihak swasta yang sedang mengeksplorasi minyak atau bahan tambang di daerah Kokas. Tarif per hari untuk longboat bisa sangat bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta tergantung ke mana tujuan untuk hari itu.

Saat kita berada di atas longboat, usahakan jangan terlalu banyak bergerak seperti di atas perahu lebar, karena longboat adalah jenis perahu ramping tanpa cadik sehingga pergerakan pun akan berpengaruh pada kestabilan perahu. Sungguh sebuah pengalaman baru dan tak akan terlupakan saat pertama berada di atasnya tetapi seperti bersepeda, semakin lama di atasnya maka kita pun akan bisa menstabilkan diri.

Warung-warung yang ada di Kokas hanya menjual kebutuhan masyarakat setempat yang umumnya adalah nelayan dan juga pekerja pembangunan yang semi menetap. Hanya ada satu tempat makan yang cukup layak disebut tempat makan wisatawan dengan menu terbatas. Warung Makan Pelita terletak di dekat gereja GKI Bait Lahim Kokas.

Tempat lain yang bisa dikunjungi pada saat berada di Kokas ialah mesjid tertua di Fakfak yang didirikan pada abad ke-18 yaitu diPatimburak. Patimburak sebenarnya ialah pelafalan dari bahasa Indonesia atau Belanda. Nama asli daerah atau desa tua ini ialahBatiburak, yang artinya batu asah. Hingga saat ini batu asah yang akhirnya menjadi nama desa ini masih ada dan dijaga oleh warga setempat.

BERITA TERKAIT

Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan

Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan  NERACA Jakarta - Pemerintah Palestina optimistis Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara…

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

Tampil dengan Warna Baru, Infinix HOT S3X Siap Goda Pengguna

NERACA Jakarta – Vendor smartphone terkemuka asal Hong Kong, Infinix, mengumumkan ketersediaan varian warna baru untuk produk andalannya, Infinix HOT…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Danau Toba

Untuk menggenjot jumlah wisatawan ke Danau Toba, Kementerian Pariwisata menyiapkan paket wisata Wonderful Huta Toba untuk menggaet wisatawan mancanegara asal…

Ragam Atraksi di Pasar Cikundul Pikat Wisatawan

Pasar Cikundul yang telah diluncurkan 9 September lalu telah meramaikan wisata pemandian Air Panas Sukabumi karena menyajikan beragam atraksi menarik,…

Pemerintah Bakal 'Paksa' Pengembang Bangun Fasilitas Difabel

Kementerian Sosial akan menyiapkan panduan penyediaan fasilitas umum ramah difabel dengan mengadopsi model terbaik di dunia dengan tetap memperhatikan kearifan…