Ponsel Replika - Jebakan Harga Murah

Ponsel memang telah menjadi salah satu alat komunikasi yang sangat dibutuhkan dan vital. Saat ini ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja. Lebih dari itu sekarang ponsel memiliki fungsi yang sangat beragam, tidak hanya untuk menelpon atau mengirim pesan singkat saja. Smartphone atau ponsel pintar memang telah menjadi kebutuhan setiap orang saat ini, khususnya bagi mereka yang memiliki mobilitas cukup tinggi.

Namun bukanlah hal yang mudah dalam memilih smartphone yang tepat, beragam merek menawarkan kelebihannya masing-masing, tentunya dengan harga yang bervariasi pula. Perkembangan teknologi membuat teknologi kini bisa didapatkan dengan mudah dan murah, bila dibandingkan pada era 90’an, ponsel pintar atau smartphone memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan ponsel pada era tersebut. Selain itu pula, ponsel saat ini memiliki teknologi yang sangat canggih dan beragam yang mempermudah kegiatan manusia.

Perkembangan teknologi namun tidak lantas membuat semuanya menjadi murah, untuk beberapa ponsel premium memang masih memiliki harga yang sangat menguras isi dompet, namun gengsi yang diberikan dan teknologi yang didapatkan sangatlah sepadan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang menginginkan menggunakan ponsel premium dan hal ini pula yang menyebabkan banyaknya ponsel replika banyak diproduksi juga lari terjual.

Tidak mudah memang membedakan antara ponsel asli (bergaransi Indonesia), ponsel BM (black market) dan ponsel replika. Ponsel replika, palsu, atau tiruan ini ialah ponsel yang biasanya buatan China yang hampir menyerupai handphone aslinya. Umumnya ponsel ini memiliki merek yang cukup terkenal namun tidak diproduksi oleh merek tersebut, merek tersebut hanyalah tempelan dan palsu.

Ponsel black market memang menjadi salah satu ponsel yang cukup laris, ini dikarenakan harganya yang memang cukup murah. Salah satu perbedaannya adalah harga, ponsel bm biasanya harganya lebih murah 10% s/d 40%. Itu wajar saja karena ponsel bm tidak masuk bea cukai dan asal masuk aja ke Indonesia, otomatis harga lebih miring. Tapi sayang ponsel tersebut jadi tidak resmi alias ilegal.

Pembeli ponsel BM harus mengambil risiko yang cukup besar jika ponsel tersebut rusak, dan pembeli tidak dapat garansi Indonesia. Selanjutnya adalah dari keypad, ponsel BM yang datangnya dari Arab keypadnya pun akan terdapat Bahasa Arab. Kemudian tidak adanya pilihan Bahasa Indonesia, dan yang terakhir tidak memiliki kartu garansi dari Indonesia. Ponsel BM ini pun cukup sulit untuk dijual kembali, bila dijual, umumnya hanya laku setengah dari harga normalnya, atau bahkan dibawahnya.

Sedangkan ponsel replika hanya mengandalkan dari segi bentuk dan penampilan, tapi dari segi perangkat lunak (software) sangat jauh berbeda. Salah satu yang paling mencolok dari ponsel replika adalah dual sim. Seperti halnya ponsel China yang mengandalkan dual sim. ponsel replika pun demikian adanya, tapi tidak semua ponsel replika dipasangi dual sim, ada juga yang hanya satu sim. Perbedaan berikutnya dari segi fitur. Semirip-miripnya ponsel replika kalau dari segi fitur kalah saing dengan ponsel aslinya atau blackmarket.

Pengguna ponsel replika ini kebanyakan memang mereka yang tertipu atau terjebak oleh ponsel dengan harga murah, yang mengira ponsel ini adalah asli, namun sebagian lain dari mereka adalah orang-orang yang mengedepankan gengsi, karena bila dilihat-lihat ponsel replika sangatlah mirip dengan ponsel aslinya. Dari segi perangkat lunak pun, semuanya sama persis dengan kebanyakan software dari ponsel China kebanyakan. Namun bila dicek secara detail, ponsel replika dari China ini memang jauh berbeda dari aslinya. Paling mudah untuk mengetahuinya ialah dengan harganya yang sangat murah atau jauh dari harga ponsel aslinya.

Related posts