LPDB-KUMKM Salurkan Dana Rp2,65 triliun

NERACA

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp2,65 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial mengatakan, target tersebut disalurkan kepada 195.856 UMKM yang menjadi mitra. “Mitra terdiri dari koperasi dan non koperasi,” kata Kemas di Jakarta akhir pekan lalu.

Pihak LPDB-KUMKM juga telah menyusun rancangan strategi untuk penyaluran dana bergulir tersebut. Kemas menjelaskan, pihaknya akan terus menggencarkan promosi melalui media massa baik cetak maupun elektronik. “Selain itu, kami akan melakukan roadshow bimbingan teknis penyusunan proposal pinjaman,” tutur dia.

Lalu, LPDB-KUMKM juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat melalui kerjasama dengan dinas koperasi yakni didaerah Provinsi maupun Kapupaten ataupun kota. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan kerja sama dengan perguruan tinggu untuk melakukan pendampingan kepada mitra LPDB-KUMKM. “Dan bekerjasama dengan perusahaan, lembaga penjamin kredit guna meminimalisir risiko pinjaman atau pembiayaan bermasalah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memberikan fasilitas modal, LPDB-KUMKM juga melakukan kerjasama dengan PT Bahana Artha Ventura (BAV) untuk memberi fasilitas modal dan pendampingan manajemen, sehingga diharapkan bisa membantu untuk memperkuat perekonomian nasional. “Kerjasama ini diberikan ini dalam rangka memacu penyaluran dana bergulir bagi KUKM. Kami salurkan dana ini ke Bahana Artha Ventura sebesar Rp250 miliar,” ujar Kemas.

Kemas juga mengatakan, alasan LPDB-KUMM menggandeng PT Bahana Artha Ventura, yakni dikarenakan mempunyai visi dan misi yang sama dengan LPBD-KUMKM terutama dalam membiayai sektor UMKM. “Kami sejak tahun 2008 dulu sudah mengenal Bahana, dan baru sekarang kami MoU karena mereka mempunyai tujuan yang sama dengan kami,” ucapnya.

Menurutnya, dana yang disalurkan sebesar Rp250 miliar tersebut pada Bahana, dapat ditambah lagi jika memang Bahana membutuhkan dana tambahan untuk UMKM. “Dari Rp250 miliar itu disalurkan ke 27 Bahana yang tersebar di Indonesia. Tapi tergantung kebutuhan mereka. Namun paling besar di pulau Jawa, jadi angkanya beda-beda,” papar Kemas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bahana Artha Ventura (BAV) Hesti Purwanti menambahkan, pemberian dana tersebut, rata-rata bunga yang diberikan sebesar 8%. “Untuk kriterianya yakni pencari dana, kami tidak hanya melihat perusahaan yang berkembang, tapi punya vendor pengembaliannya kuat, tidak persis perusahaan itu sendiri, tapi lihat lingkungan juga sekitar,” tutupnya. [sylke]

Related posts