BI Kaji SBN Jadi Instrumen Moneter

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) tampknya serius dan melakukan kajian mendalam terkait percepatan penggunaan surat berharga negara (SBN) sebagai instrumen moneter, termasuk berbagai metode yang tepat. "Kita sebetulnya sedang menyiapkan metode cara-cara agar kita bisa mempercepat menggunakan surat Berharga Negara (SBN) sebagai bagian dari instrumen moneternya BI," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution kepada wartawan di Jakarta, (22/7)

Lebih jauh Darmin mengakui tak menutup kemungkinan Bank Indonesia mendahulukan pembahasan penggunaan SBN ketimbang pembahasan SBI 12 bulan dan Term Deposit 9 bulan sebagai instrumen moneter. Alasanya SBI 9 bulan peminatnya agak berkurang.

Yang jelas, kata Darmin, SBN ini juga memuat tenor-tenor yang tak kalah menarik dengan SBI. “Jadi artinya surat berharga negara itu sudah banyak tenornya. Artinya ada yang pendek, menengah, dan panjang. Jadi mungkin kita lebih salah satu itu lebih banyak melalui itu," papar Mantan Dirjen Pajak ini.

Saat ini BI sendiri terus menggeser tenor instrumen moneter semakin panjang, setelah membekukan SBI bertenor satu bulan dan tiga bulan, dan menerapkan kebijakan six month holding period (kepemilikan minimal SBI selama enam bulan), tidak lupa juga yakni mendorong penggunaan instrumen Term Deposit. "Sehingga sekaligus kita tidak hanya sekedar menggunakan SBI dalam operasi pasar terbuka. Tapi itu memang perlu waktu dan itu sedang dipersiapkan," imbuhnya.

Ditempat terpisah, berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, jumlah utang luar negeri pemerintah sampai Juni mencapai US$ 68,45 miliar. Jika menggunakan kurs Rp 8.597/US$ maka jumlah utang luar negeri pemerintah mencapai Rp 588,46 triliun.

Selama semester I-2011, pemerintah telah membayar utang senilai Rp 110,038 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari utang pokok sebesar Rp 64,062 triliun dan bunga utang Rp 45,975 triliun.

Pembayaran pokok utang yang dibayarkan pemerintah sampai semester I-2011 mencapai Rp 64,062 triliun atau 42,4% dari target dalam APBN. Pembayaran pokok ini terdiri dari pokok utang luar dan dalam negeri Rp 22,918 triliun dan pokok surat utang Rp 41,144 triliun.

Sementara untuk bunga, pada semester I-2011 pemerintah telah membayar bunga utang Rp 45,975 triliun. Ini terdiri dari bunga utang luar dan dalam negeri Rp 6,889 triliun dan bunga dari surat utang pemerintah Rp 39,086 triliun.

Total utang pemerintah Indonesia hingga Juni 2011 mencapai Rp 1.723,9 triliun. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 7,34 triliun dibanding Mei 2011 yang sebesar Rp 1.716,56 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga Juni 2011 bertambah Rp 47,05 triliun.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga Juni 2011 mencapai US$ 200,52 miliar. Turun dibandingkan per Mei 2011 yang sebesar US$ 201,07 miliar. Tapi masih lebih tinggi dibandingkan Desember 2010 yang sebesar US$ 186,5 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

OJK Kaji MTN Dikeluarkan Melalui Bursa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar modal,”Bisa saja nanti…

Investor Ritel Masih Tertarik Berburu SBN

NERACA Jakarta – Para analis pasar modal masih menyakini, pasar obligasi masih diminati investor ritel baik lokal maupun asing, kendatipun…

BI Perketat Kebijakan Moneter - ANTISIPASI REDAM RISIKO PASAR GLOBAL

Jakarta-Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI 7-day Reverse Repo Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% dan memperketat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…